Wednesday, August 26, 2026
HomeMusikDuet Musik Keroncong Dan Country Di Balada Balada #5

Duet Musik Keroncong Dan Country Di Balada Balada #5

Published on

- Advertisement -spot_img

DUET MUSIK KERONCONG DAN COUNTRY DI BALADA BALADA #5

Apa jadinya ya, saat keroncong dikombinasikan dengan musik country? Mungkin terdengar asing, tapi di tangan Hannah Standiford dan Orkes Keroncong (OK) Iblis, dua hal itu menjadi tampilan yang menarik dan terasa catchy di kuping. Kolaborasi lintas budaya itu tersaji dalam gelaran Balada Balada #5, Minggu (29/3/2015) di Bentara Budaya Balai Soedjatmoko, Solo.

Perpaduan itu terasa manis saat instrumen-instrumen khas keroncong seperti cak, cuk, bass betot (contrabass), biola; bertemu dengan alat musik petik khas country, banjo. Bunyi-bunyian yang dihasilkan begitu legit, ditambah pembagian porsi yang pas di antara dua genre tersebut.

Suasana berubah syahdu tatkala Hannah bernyanyi sembari memainkan gitar akustik di lagu “Burry Me Beneath the Willow”. Walaupun lagu tersebut bercerita tentang cinta yang tak berbalas, tapi nuansa yang terbangun tidak menciptakan kesan galau. Pun dengan tembang kedua, “Short Life of Trouble”.

Cengkok country yang mengalun dari bibir Hannah terdengar empuk. Lewat balutan suaranya, wanita asal Virginia, Amerika Serikat ini seperti mengajak pendengar untuk menikmati langit sore sembari duduk di atas pagar kayu, yang mana terhampar padang rumput luas di depannya. Namun, saat irama berubah menjadi keroncong, imajinasi itu terbang melintasi benua hingga hinggap kembali di sudut-sudut Kota Solo.

Kolaborasi tersebut bertambah unik saat mereka melantunkan lagu ketiga dan keempat. Di lagu “John Henry” dan “Palms of Victory”, Hannah turut mengundang dua orang temannya untuk mengaktualisasikan tembang yang berumur 200 tahun itu ke dalam permainan shadow puppet (baca: wayang beber).

Hannah – yang kini tengah menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta – menuturkan memang mempunyai keinginan untuk memadukan dua musik lintas benua tersebut. “Saya ingin mencoba apakah hasilnya bagus atau tidak,” katanya saat dijumpai Soloevent di sela acara Balada Balada #5.

Sedangkan, Koordinator OK Indonesia Bersama Leluhur Indonesia Sukses (Iblis), Dwijaya Syaiful Munir, menerangkan bahwa musik keroncong merupakan musik yang memiliki tingkat fleksibilitas tinggi, sehingga kelompoknya tak ragu untuk menyandingkannya dengan country.  “Keroncong itu mau dimasuki musik apa saja tetap masuk. Pementasan ini salah satunya eksplorasinya,” jelasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Ketika Seni Turun ke Jalan : Pre-Event 2 SIPA 2026 Guncang Koridor Gatsu

Surakarta, 22 Agustus 2026 — Menjelang gelaran utama Solo International Performing Arts (SIPA) 2026,...

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Lumicarna Retro Vibes! Intip Kemeriahan Rapmafest 2026 Milad ke-29 UMS Rapma FM.

Soloevent.id - Komunitas radio Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Rapma FM menghadirkan perayaan milad ke-29...

More like this

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...

Konser Live Arena, Disko Koplo Mr. Jono & Joni Guncang De Tjolomadoe

Soloevent.id - Konser Musik Live Arena digelar di Halaman Parkir Timur De Tjolomadoe, Rabu...