Soloevent.id – Kirab Hajatan Ageng (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan Jagalan, Minggu (11/10/2026). Kirab Hajatan Ageng merupakan kegiatan rutin tahunan yang digelar oleh Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Kelurahan Jagalan untuk merawat tradisi dan mengenalkan berbagai potensi seni budaya dan kulinernya.
Kirab Hajatan Ageng ke-13 Kelurahan Jagalan kali ini mengusung tema “Hamemayu Jagalan, Hamemayu Bawana” yang memiliki arti Mari Merawat Jagalan dan Mari Merawat Bumi. Tema tersebut menegaskan komitmen warga Jagalan untuk menjaga kampung halamannya sekaligus berkontribusi merawat bumi melalui pelestarian budaya dan lingkungan.
Kirab budaya diikuti oleh 15 RW yang terdiri dari warga Kelurahan Jagalan. Acara dimulai dengan teatrikal tari kolosal Sanggar Seni Singo Bhirowo dengan Lakon “Gugat Kemakmuran Jagal Katresnan”.
Acara dilanjutkan secara simbolisasi dengan menstempel punggung hewan sapi oleh Respati Ardi (Wali Kota Surakarta) sebagai penanda dimulainya kirab. Rombongan kirab kelompok RW 1 – RW 15 menampilkan keunikan khas masing-masing.

Salah satunya dari RW 13 yang menampilkan ogoh-ogoh salah satu tokoh pewayangan Jawa. Uniknya patung ogoh-ogoh ini dibuat dari sampah plastik botol bekas, ini juga menjadi salah satu bentuk kreativitas warga Jagalan yang memanfaatkan dengan mengubah sampah plastik menjadi kreasi seni.
Lalu, Warga RW 12 atau yang dikenal dengan kampung Pokoso. Kampung ini menjadi pusat Perkumpulan Kawula Surakarta (PKS), yaang tumbuh dan berkembang sebagai organisasi lokal di Surakarta sekitar tahun 1930-an. Kampung ini menampilkan patung hanoman putih yang membawa makanan diatas kepalanya. Kampung ini juga terkenal dengan penghasil abon, srundeng, karak dan rambak kulit sapi.
Anggoro Budi Prasetyo ketua panitia mengatakan, “Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Surakarta yang telah mendukung penuh acara ini. Juga kepada para panitia dan warga Jagalan yang sudah bekerjasama dengan baik sehingga acara ini dapat terlaksana dengan tertib dan lancar. Acara Hajatan Ageng Jagalan digelar juga untuk menghidupkan kembali tradisi dan adat yang menjadi identitas kuat masyarakatnya, serta memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan budaya warisan leluhur,” ujarnya ketika membuka acara diatas panggung Hajatan Ageng Jagalan 2026, Minggu Sore (11/10/2026).




