Soloevent.id – Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ini sekaligus untuk memperingati Hari Jadi ke-281 Kota Solo. Festival Jenang Solo digelar mulai pukul 09.00 WIB hingga siang hari.
Acara dibuka dengan tarian sukoasih dilanjutkan dengan penampilan musik angklung dari Komunitas Pencinta Kebaya Solo. Acara juga dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Solo, Astrid Widayani. Tahun ini ada 15 ribu jenang dibagikan secara gratis kepada warga yang melibatkan 60 kelompok, mulai dari penggerak PKK, asosiasi profesi, hingga komunitas hobi.
Ribuan jenang khas Solo yang dibagikan diantaranya Jenang Ngangrang, Jenang Tiwul, Jenang Sengkala, Jenang Pati, Jenang Ceek Loor (krecek telor), Jenang Procot, Jenang Sambel Goreng Tolo, Jenang Sungsum, Jenang Mutiara, Jenang Ketan Hitam, Jenang Tumpang, Jenang Labu Kuning, hingga Jenang Abang Putih.
Salah satu warga Sutarmi asal Solo mengatakan, “Saya tiap tahun kesini dan nonton festival jenang ini. Ini tadi habis desak-desakkan akhirnya dapat jenang procot dan jenang mutiara. Senang ya Kota Solo sering menggelar acara semoga tahun depan acara ini bisa digelar lebih meriah lagi,” ujarnya kepada soloevent.

Festival Jenang Solo merupakan acara tahunan yang digelar rutin oleh Yayasan Jenang Indonesia yang digelar setiap tanggal 17 Februari bersamaan dengan peringatan hari jadi Kota Solo. Festival Jenang juga digelar untuk mengenalkan filosofi jenang yang lekat dengan sejarah Kota Solo.
Dengan mengambil tema Jenang Nirmala yang diambil dari dua kata, yakni nir yang berarti meniadakan atau tidak ada dan molo yang berarti penyakit, petaka, atau energi negatif. Jenang ini simbol untuk menghilangkan energi negatif tersebut dan mengubahnya menjadi kebersamaan yang positif.
Selain berbagi jenang, rangkaian acara dimeriahkan dengan Kirab Aneka Jenang, Masak Besar Jenang, Pasar Jenang, hingga Pergelaran Seni Budaya.





