Wednesday, October 14, 2026
HomeSeni dan BudayaFestival Payung Indonesia 2025, Sajikan Payung Catra Panji hingga Pameran Kesenian Lainnya.

Festival Payung Indonesia 2025, Sajikan Payung Catra Panji hingga Pameran Kesenian Lainnya.

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Festival Payung Indonesia (FESPIN) kembali digelar pada Jumat-Minggu (5-7/9/2025) di Taman Balekambang Solo. Festival Payung Indonesia 2025 bukan hanya sebatas ajang seni biasa, melainkan gabungan semangat kebersamaan yang memadukan keindahan yang dikemas secara modern dan inovatif. Payung yang biasanya menjadi alat pelindung panas dan hujan itu kini menjadi medium kolaborasi dan bagian agenda seni tahunan.

FESPIN yang sudah memasuki tahun ke-12 penyelenggaraan juga menghadirkan beragam kegiatan. Mulai dari Parade Payung Nusantara, Pameran Payung Catra Panji hingga panggung kesenian yang diisi oleh berbagai sanggar dan komunitaa seni berbagai daerah.

Salah satu penampil dari Sanggar dan Komunitas Anjawani Hasta Maheswari Art Jogjakarta yang menampilkan sebuah Tarian Catra Sungsung. Sebuah penampilan dari kisah payung dalam upacara labuhan. Payung bukan hanya simbol untuk melindungi dari dari sinar matahari tetapi lebih dari itu sebagai makna simbol dari penguasa atau pemimpin yang membawa damai. Sebagaimana payung menaungi raja untuk meneduhkan, mengayomi dan menghidupkan warisan. Dalam senyumnya ada harapan, dalam langkahnya tumbuh kesejukan dan dalam tutur katanya budaya dijaga.

Dalam FESPIN 2025 juga menghadirkan pameran payung dari masa ke masa. Ada beragam payung FESPIN yang dipamerkan dari edisi perdana tahun 2014 hingga tahun 2025. Salah satunya yang dipamerkan berupa payung Catra Panji Artefak Payung Batik Nusantara. Sebuah payung batik klasik dari bahan kain batik dan bambu dengan diameter 70 cm dan tinggi 63 cm. Ini mempunyai nilai historis sebagai hiasan dekoratif dalam pertunjukan dan festival.

Tidak hanya itu, FESPIN 2025 juga menghadirkan Pasar Festival dan Selasar Solo Art Market yang menjadi etalase kreativitas, mulai dari kerajinan tangan, karya seni, hingga fesyen kekinian hasil karya komunitas dan UMKM lokal. Sebagai ruang perjumpaan seni dan budaya, FESPIN diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tapi juga ruang interaksi yang mempertemukan berbagai pegiat kesenian budaya terutama seni payung di Indonesia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Disco Pilates Hadir Pertama Kali di Solo, Musro The Sunan Hotel Solo

Kolaborasi Yogashala dan Music Room The Sunan Hotel Solo SOLO, 3 Oktober 2026 — Ada...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

More like this

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...