Thursday, July 2, 2026
HomeSeni dan BudayaBKTT UNS Sukses Gelar Pertunjukan Wayang Orang di RRI Surakarta

BKTT UNS Sukses Gelar Pertunjukan Wayang Orang di RRI Surakarta

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Terdapat sesuatu yang sangat istimewa pada Jumat, 29 November 2024 kemarin di Auditorium Sarsito Mangoenkoesoemo, RRI Surakarta pada Jumat, 29 November 2024 kemarin. Di malam yang agak dingin tersebut digelar pertunjukan wayang orang oleh Organisasi Mahasiswa Badan Koordinasi Kesenian Tradisional Universitas Sebelas Maret (BKTT UNS) Surakarta.

Dengan mengambil lakon ‘Kama Jaka Klewah’, tontonan tersebut hadir dengan tampilan yang sangat spektakuler. Bagaimana tidak, jumlah pemain atau penarinya mencapai ratusan orang, belum termasuk pengrawit atau penabuh gamelan sebanyak 19 orang ditambah pemain gerong dan pesinden masing-masing 2 orang.

Pergelaran ini diselenggarakan dalam rangka untuk memeriahkan event tahunan BKTT UNS yang acap disebut Pentas Produksi (Pempro) 2024. Meski sifatnya berbayar, tak menyurutkan para pencinta pertunjukan kesenian tradisional guna menyaksikan dan menikmati hiburan yang  begitu menarik tersebut.

Alur Cerita

Lakon Kama Jaka Klewah merupakan cerita Mahabarata yang mengambil kisah tentang Prabu Brihadrata. Pertunjukan diawali dengan kehadiran dua sosok wanita yang semua merupakan permaisuri dari Prabu Brihadrata, Raja kerajaan Magada. Mereka baru saja melahirkan bayi, namun masing-masing hanya berwujud setengah badan saja.

Mengetahui hal tersebut Prabu Brihadrata langsung merebut kedua bayi itu dan membuang ke tengah hutan. Tak lama kemudian ada raksasa perempuan bernama Nyai Jara yang menemukan dan berhasil menyatukan kedua bayi ini dalam satu tubuh kemudian memberi nama Jarasandha.

Setelah sekian puluh tahun mendapatkan perawatan dari Nyai Jara, Jarasandha tumbuh menjadi pemuda sakti mandraguna. Dia acap berkelana dari satu tempat ke tempat lain dan menghadapi berbagai peristiwa sekaligus punya ambisi besar dalam menjalani kehidupan.

Sempat Ada Kesulitan

Dewa, komposer gamelan dalam pertunjukan tersebut mengungkapkan, gendhing iringannya terdiri dari 35 gendhing. Sebagian merupakan hasil karya dia sendiri, sedangkan yang lainnya merupakan gendhing klasik dan garapan para komposer senior seperti Dedek Wahyudi, Rudi Punto, Aji Setyaji, dan almarhum Ki Blacius Subono.

Dalam wawancaranya dengan RRI Surakarta Dewa juga mengaku, dalam sesi latihan sempat muncul sejumlah kendala, terutama terkait dengan urusan koordinasi. Penyebabnya antara lain ada sebagian pengrawit yang memiliki kegiatan dengan organisasi lain di luar BKTT. Namun untungnya masalah tersebut bisa teratasi dengan baik.

Sehingga hasilnya, irama gamelan yang menjadi pengiring dalam sajian wayang orang tersebut berhasil berperan sebagai pendukung pertunjukan. Dari sinilah tercipta sebuah tontonan yang begitu apik, indah, dan spektakuler. Dalam setiap adegan selalu tercipta suasana dramatis dan menakjubkan.

Belum lagi kehadiran para penari yang juga tidak kalah berhasil dalam menyajikan seni gerak dan olah tubuh di atas panggung. Termasuk kostum, tata cahaya, hingga tata suara yang semua menjadi bagian dari pertunjukan, bikin tontonan tersebut menjadi semakin memukau. Sehingga wajar jika tidak ada satupun penonton yang beranjak dari kursi sebelum pertunjukan berakhir.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Jamming Session Road to Intimate Concert Sandhy Sondoro di Canting Londo Kitchen – Hotel Zigna Kampung Batik

Soloevent.id - Zigna Kampung Batik Laweyan akan menggelar acara musik berkualitas dengan menghadirkan musisi...

Lomba Cerdas Cermat “Jawara Kenduren” Meriahkan Event Adikarya Fest Kenduren UMKM 2026

Soloevent.id - Bank Indonesia Solo kembali menggelar acara Adikarya Fest Semarak Kenduren UMKM 2026...

Atraksi Komunitas Solo Roller Blade, BMX dan Skateboard Meriahkan HUT Solo Car Free Day ke-16

Soloevent.id - Hari Ulang Tahun (HUT) Solo Car Free Day Solo Digelar Secara Meriah...

More like this

Gurihnya Jenang Suro Gratis di Pasar Triwindu, 500 Porsi Ludes!

Soloevent.id - Paguyuban Pedagang Pasar Triwindu Solo menggelar tradisi unik bulan suro yaitu tradisi...

Solo Heritage Festival 2026 Hadirkan Panggung Awarding di Taman Balekambang Solo

Soloevent.id - Solo Heritage Festival 2026 kembali digelar pada Jumat-Minggu (12-14/6/2026) di Taman Balekambang...

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...