Friday, July 10, 2026
HomeMusikAlone At Last Tampil All Out Di Kota Pertama Rock Heart Tour

Alone At Last Tampil All Out Di Kota Pertama Rock Heart Tour

Published on

- Advertisement -spot_img

Usai siang dan sore hari dimeriahkan oleh Wooden Art Painting dan BMX Competition, malam harinya konser Rock Heart Tour menjadi penanda puncak acara Histeriax yang dihelat oleh clothing company ternama Kota Solo, Rown Division, Jumat (5/12/2014). Hujan yang mengguyur sedari sore tak menghalangi langkah para Stand Alone Crew dan Rocket Rockfriends menuju GOR Manahan, untuk bersenang-senang bersama dua idola mereka: Alone At Last (AAL) dan Rocket Rockers.

Solo patut berbangga karena kota ini menjadi tapakan awal agenda tur dua band asal Bandung yang berkawan erat tersebut. Usai tampilnya Salahudin Al Ayubi, The Aline, dan Tanpa Batas – yang didaulat sebagai opener, pada pukul 21.00 WIB, Yas Budaya cs langsung menguasai panggung.

Dua lagu dari album Integriti, “Let’s Shout It Out” dan “Kita Bisa” dipilih sebagai awalan. Baru dua lagu berjalan, Yas sudah “terbakar”. Ia pun turun dari panggung untuk bernyanyi bersama dengan penggemarnya di barisan depan. Fans menjadi sesuatu yang bernilai bagi Alone At Last, terutama para penggemar yang telah lebih awal mendukung Alone At Last sejak mereka merintis karir perdana. Sebuah nomor klasik “Amarah, Senyum, dan Air Mata”, Alone At Last persembahkan bagi mereka yang Yas sebut dengan “generasi tua”.

Sebagai frontman Alone At Last, performa Yas begitu liar. Dia seperti tidak betah berdiam diri terlalu lama. Salah satu aksi ekstrimnya ketika diakhir lagu dia naik ke tiang penyangga panggung. Dan satu hal lagi: Yas merupakan orator handal. Pandangannya tentang keadilan dan kemanusiaan, ia sampaikan di atas panggung. “Lagu ini untuk mereka yang berjuang demi keadilan,” tukasnya mengawali lagu “Rise for Freedom”.

aksi yas alone at last_

Sekali lagi, Yas benar-benar “terbakar”. Saat menyanyikan “Kisah Jejak Terhina”, ia sampai berkelana ke tribun penonton sebelah barat. Sontak saja arah pandang penonton tak lagi menghadap panggung. Semua mata tertuju kepada aksi Yas yang tak kenal lelah.

Tampil kembali di Solo, menjadi momen berharga bagi Alone At Last untuk mengadakan reuni kecil dengan sahabat. Maka, di lagu “Muak untuk Memuja”, mereka mengajak teman lamanya, Sony Wisnu, Mantan gitaris My Everlasting Dear yang sekarang bersolo karir itu, tampil menyanyikan beberapa part lagu yang diambil dari album Jiwa tersebut.

Seiring meliarnya crowd di nomor “Gadis Kecil Berbisa”, dan perintah Yas kepada penonton untuk membuat wall of death, adalah momen klimaks Alone At Last dalam mengakhiri pertunjukan perdana Rock Heart Tour mereka.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

K-Pop & J-Fest Jadi Satu di SEOKYO FEST 2026 Garapan Anak HI Unisri

Soloevent.id - Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMHI) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo sukses menggelar...

Parade Kebaya Soeltan : Intip Keseruan Roadshow Herborist Bareng Fanny Soegi.

Soloevent.id - Acara Parade Kebaya Soeltan Singgah ke Solo digelar pada Minggu (5/7/2026) di...

Jamming Session Road to Intimate Concert Sandhy Sondoro di Canting Londo Kitchen – Hotel Zigna Kampung Batik

Soloevent.id - Zigna Kampung Batik Laweyan akan menggelar acara musik berkualitas dengan menghadirkan musisi...

More like this

Konser Live Arena, Disko Koplo Mr. Jono & Joni Guncang De Tjolomadoe

Soloevent.id - Konser Musik Live Arena digelar di Halaman Parkir Timur De Tjolomadoe, Rabu...

Puncak Acara Milad Rapma FM ke-28 Hadirkan Panggung Gigs Musik di Hetero Space Solo

Soloevent.id - Komunitas radio Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Rapma FM baru saja menggelar perayaan...

Float hingga Efek Rumah Kaca Ramaikan Solo City Jazz ke-13 di Pamedan Pura Mangkunegaran

Soloevent.id - Solo City Jazz ke-13 kembali digelar pada 27 September 2025 dengan menghadirkan...