Thursday, April 2, 2026
spot_img
HomeLainnyaPerjalanan Hidup R.A. Kartini, Pembawa Harapan Perempuan Indonesia

Perjalanan Hidup R.A. Kartini, Pembawa Harapan Perempuan Indonesia

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Setiap 21 April, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini. Hari tersebut merupakan penghormatan kepada Raden Ajeng Kartini atas perjuangannya membela wanita untuk mendapat hak sama dengan pria, khususnya dalam memperoleh pendidikan. Hari itu juga menjadi perayaan emansipasi wanita Indonesia.

Lahir di Jepara, 21 April 1879, R.A. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan Indonesia. Kartini memberontak dengan cara menulis. Sebagian besar surat-suratnya berisi keluhan dan gugatan menyangkut budaya di Jawa yang dipandang sebagai penghambat kemajuan perempuan. Dia ingin para wanita memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar.

Secara spesifik, ia menggambarkan penderitaan perempuan Jawa yang disebabkan kungkungan adat, yaitu tidak bisa duduk di bangku sekolah, harus dipingit, dinikahkan dengan laki-laki yang tak dikenal dan harus bersedia dimadu.

Kartini tergolong beruntung karena ayahnya, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat yang saat itu menjabat Bupati Jepara, memiliki pemikiran moderat dengan tetap menyekolahkan Kartini di ELS (Eropese Lagere School) hingga usia 12 tahun.

Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, dia belajar sendiri di rumah, membaca dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa yang dibacanya, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa.



Surat-suratnya mendapat respon dari sahabat penanya dan bahkan mereka membantu supaya Kartini bisa memperoleh studi yang lebih tinggi lagi di Belanda. Namun, saat impiannya akan terwujud, rencananya mendapat pertentangan dari ayahnya. Hingga singkatnya dia melepaskan impiannya untuk melanjutkan studi dan bersedia dinikahkan dengan Bupati Rembang K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah memiliki tiga istri.

Meskipun demikian, sang suami mengerti keinginan Kartini dan memberikannya kebebasan dan didukung penuh untuk mendirikan sekolah wanita di sebelah timur gerbang kompleks kantor Kabupaten Rembang. Sahabat Kartini yang ada di Belanda kemudian mengumpulkan tulisan-tulisannya, lalu menerbitkannya dalam buku berjudul Door Duisternis tot Licht atau Habis Gelap Terbitlah Terang. Dalam buku tersebut terdapat sejumlah kutipan inspiratif, yang dapat menginspirasi kaum wanita untuk terus meraih mimpi dan cita-citanya.

Untuk mengenang perjuangan R.A. Kartini, Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 108 Tahun 1964 yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Nasional, sekaligus menjadikan hari lahirnya, 21 April, sebagai Hari Kartini.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Event Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya Jawa Tengah

Soloevent.id - Perayaan Event Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar di Pendopo Wisma Seni...

Bakdan Ing Sala 2026: Alasan Kenapa Mudik ke Solo Selalu Bikin Kangen!

Soloevent.id - Liburan lebaran di Kota Solo tahun ini lebih seru dan meriah. Ada...

30 Tahun Miles Films: Merayakan Musik, Sinema, dan Memori di Lokananta

Soloevent.id - Galeri Lokananta menggelar Pameran kolaborasi unik berbagai komunitas bertajuk "Lorong Antara Kita"....

More like this

Solo Full Energi! 35 Kabupaten/Kota Tumpah Ruah di FORDA Jateng, Aksi Battle Dance Curi Perhatian di CFD!

Soloevent.id - Festival Olahraga Masyarakat Daerah (FORDA) Jawa Tengah 2025 digelar pada 5 hingga...

5 Artis Indonesia yang Suka Lari Maraton: Dian Sastrowardoyo Hingga Gisella

Soloevent.id - Dibandingkan dengan jenis olahraga lain, lari dikenal sebagai olahraga paling ekonomis dan...

Rapma FM Rayakan Milad ke-28 Lewat Rapmafest #12

Soloevent.id - Surakarta, 3 Agustus 2025 – Rapma FM, radio komunitas di bawah naungan...