Wednesday, October 14, 2026
HomeSeni dan BudayaKelir 45 Meter, Pergelaran Wayang Kulit Masuk Rekor Muri

Kelir 45 Meter, Pergelaran Wayang Kulit Masuk Rekor Muri

Published on

- Advertisement -spot_img

KELIR-45-METER-PERGELARAN-WAYANG-KULIT-MASUK-REKOR-MURI_

Dalam rangka memperingati HUT ke-69 TNI, serta sebagai wujud terimakasih kepada masyarakat, Korem 074/Warastratama Solo menggelar pergelaran wayang kulit dengan lakon “Semar Mbangun Kayangan”, Selasa (7/10/2014). Ada keunikan dari acara yang digelar di halaman Makorem 074/Warastratama Solo itu.

Jika biasanya pertunjukan wayang hanya menampilkan satu dalang, pentas malam itu melibatkan lima dalang sekaligus, dengan berkonsep kolaborasi. Kelimanya yaitu Ki Bodronoyo Sura Agul-Agul, Ki Guna Sumarto, Ki Widodo Wilis, Ki Eko Sumarso, dan Ki Sigit Mursito.

Tidak hanya itu saja kespesialannya. Perhelatan tersebut menggunakan ukuran kelir yang tidak lazim, yakni 45 meter. Berkenaan dengan itu, Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), tak segan memberikan penghargaan “Pergelaran Wayang Kulit dengan Kelir Terpanjang Sepanjang 45 Meter”, kepada pihak Korem 074/Warastratama Solo.

Tidak hanya itu, pihak Korem 074/Warastratama Solo, juga berhasil mencetak rekor pameran keris bertahta emas sebanyak 132 buah. “Pameran kali ini memecahkan rekor sebelumnya yakni 99 keris oleh Hadi Ahmad Sampurna Jaya dari Lampung, pada 1999 lalu,” jelas Manager Senior MURI, Paulus Pangka, yang mewakili Ketua Umum MURI, Jaya Suprana.

Ke-132 keris tersebut merupakan koleksi pribadi Begug Purnomosidi, yang turut didapuk menjadi dalang dalam pentas semalam suntuk itu. Pada kesempatan itu, mantan Bupati Wonogiri tersebut, juga berhasil menorehkan rekor sebagai “Pemilik Keris Tinatah Emas Terbanyak”.

Dalam sambutannya, Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Bayu Purwiyono (diwakili oleh Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Ibnu Darmawan), menyampaikan bahwa pergelaran seni budaya dapat membangkitkan nilai luhur dan mempererat integritas nasional, dalam rangka meningkatkan harkat dan martabat masyarakat, terkhusus warga Jawa Tengah.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Purnomo Yusgiantoro, mengatakan bahwa agenda tersebut merupakan kontribusi TNI dalam menjaga ketahanan nasional di bidang budaya. “Malam ini, saya kira, saudara-saudara yang hadir di sini mempunyai andil untuk melestarikan warisan kebudayaan kita,” jelasnya.

Sebelumnya, di tempat yang sama, Kodam IV/Diponegoro telah berhasil mencatatkan nama mereka dalam buku rekor dunia, setelah menggelar acara musik campursari yang digeber selama 73 jam nonstop, pada 22 September 2014 lalu.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Hajatan Ageng (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan Jagalan, Minggu...

Disco Pilates Hadir Pertama Kali di Solo, Musro The Sunan Hotel Solo

Kolaborasi Yogashala dan Music Room The Sunan Hotel Solo SOLO, 3 Oktober 2026 — Ada...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

More like this

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Hajatan Ageng (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan Jagalan, Minggu...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...