Friday, October 23, 2026
HomeSeni dan BudayaGamelan Pusaka Ditabuh, Sekaten pun Dimulai

Gamelan Pusaka Ditabuh, Sekaten pun Dimulai

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Tiap tahun, Kota Solo selalu mengadakan perayaan Sekaten. Biasanya Sekaten dipusatkan di Masjid Agung Surakarta. Untuk wahana hiburannya berada di Alun-Alun Utara.

Sekaten merupakan perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW – disebut juga Maulud Nabi. Sekaten diciptakan oleh Walisongo sebagai media dakwah dalam menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Sekaten adalah hasil akulturasi budaya Islam dan Jawa.

Di Solo, Sekaten diadakan oleh Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Tanda dimulainya Sekaten yaitu dengan ditabuhnya sepasang gamelan pusaka, Kiai Guntur Madu dan Kiai Guntur Sari. Dua gamelan yang sering disebut sekati atau sekaten tersebut dimainkan secara bergantian dari halaman Masjid Agung Surakarta seusai salat Zuhur.

Sebelum ditabuh, Kiai Guntur Madu dan Kiai Guntur Sari diarak oleh puluhan abdi dalem dari tempat penyimpanannya di  Langen Katong Keraton Surakarta menuju Masjid Agung. Sesampainya di Masjid Agung, seperangkat gamelan Kiai Guntur Sari diletakan di bangsal selatan bernama Pradonggo, sedangkan Kiai Guntur Madu ditempatkan di bangsal utara atau disebut Pragonggo.

Usai salat Zuhur, para penabuh gamelan mengikuti prosesi pembacaan ayat suci Alquran yang dipimpin ulama keraton. Salah satu kerabat yang diutus raja, kemudian membacakan sejarah singkat Sekaten. Setelah prosesi selesai, para penabuh gamelan menuju kedua bangsal.

Saat gamelan dibunyikan pertama kali, biasanya warga saling berebut janur yang terpasang menghiasi bangsal itu. Secara bersamaan juga warga mengunyah sirih (nginang). Mereka percaya menguyah sirih bisa membuat awet muda.



Gamelan ditabuh selama tujuh hari. Puncaknya berlangsung pada 12 Rabiul Awwal ditandai dengan kirab gunungan Grebeg Mulud.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...