Saturday, January 24, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaJadi Peserta Solo Batik Carnival Itu Berat

Jadi Peserta Solo Batik Carnival Itu Berat

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Sebelas defile memeriahkan puncak acara Solo Batik Carnival (SBC) 2019, Sabtu (28/7/2019). Di Grand Carnival, warga yang memadati Jl. Bhayangkara, Sriwedari hingga Balai Kota Surakarta dihibur oleh kostum warna-warni peserta SBC 2019.   

Tahun ini, kostum SBC bertema “Suvarnabhumi: The Golden of ASEAN”. Kostum-kostum tersebut menampilkan ikon-ikon sebelas negara di Asia Tenggara.

Salah satu peserta dari defile Laos, Mirza Ramadan, menjelaskan kostumnya dia buat dalam waktu dua bulan. Ikon yang ditampilkannya adalah pagoda. “Untuk Laos, kami mengangkat Pagoda Pha That Luang yang berbentuk segiempat. Selain itu, kami juga mengambil unsur Budha-nya karena di Laos banyak ditemui patung Budha,” jelas Mirza saat ditemui Soloevent. Mirza memilih ikon tersebut setelah melakukan riset dari internet.

Menjadi peserta SBC itu butuh kekuatan fisik ekstra. Karena mereka harus berjalan kaki sepanjang lebih kurang tiga kilometer sambil memakai kostum seberat 30-50 kilogram. Koordinator Acara Solo Batik Carnival 2019 Ade Sugriwa mengatakan kostum karnaval punya beban berat karena menggunakan penyangga besi. Besi dipilih agar kostum tetap kokoh saat ada tiupan angin selama parade.



Terkait hal itu, Mirza mengaku melakukan banyak persiapan yang berhubungan dengan fisik, seperti olahraga, membiasakan diri membawa barang-barang berat, hingga makan yang teratur. Beban kostum yang dia kenakan sekitar 30 kilogram. Itu belum ditambah berat sepatu yang tingginya sekitar 20-25 sentimeter. Menurutnya, hal tersebut bikin karnaval semakin menantang.

Grand Carnival SBC 2019 dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo dan perwakilan Kementerian Pariwisata. Mereka hadir dengan balutan kostum batik carnival.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...