Wednesday, September 9, 2026
HomeMusikCongrock17, Grup Keroncong yang Lain dari Biasanya

Congrock17, Grup Keroncong yang Lain dari Biasanya

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Di Semarang, ada kelompok musik keroncong yang lain dari biasanya. Namanya Congrock 17. Disebut lain dari biasanya karena grup yang berdiri tanggal 17 Maret 1983 itu selalu menggabungkan keroncong dengan jenis musik lain.

Nama Congrock 17 dipilih karena saat itu personelnya masih menjadi mahasiswa di Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang. “cong” merupakan singkatan dari “keroncong”, sedangkan “rock” dari “nge-rock”.

Meski memakai embel-embel “rock”, bukan berarti musiknya selalu mengeluarkan musik yang keras dan menggelegar dari peralatan musik elektrik. Bagi mereka, “rock” dimaknai sebagai kebebasan bermusik. Makanya, jangan kaget kalau musik Congrok17 memadukan keroncong dengan jaz, pop, dangdut, dan warna musik lain.

Salah satu personel Congrock17, Marco Marnadi, menjelaskan bahwa penggabungan unsur-unsur musik ini merupakan wujud dari kebebasan berekspresi tanpa dibatasi dengan pola atau aturan yang mengikat.

Personel lainnya yang juga pendiri band dan masih eksis hingga sekarang, Yanto, menceritakan bahwa penamaan Congrock 17 diawali saat mereka menyanyikan lagu “Rek Ayo Rek” ciptaan Is Haryanto dan “I Want to Break Free” dari Queen yang dibawakan dengan irama keroncong dalam tempo cepat. Orang-orang yang menonton mereka kala itu menyebut musik mereka “nge-rock”. Saat itu, Congrock17 masih bernama Keroncong Remaja 17.

Karena idealisme Congrock 17 ini, mereka sempat dikucilkan dari komunitas musik keroncong karena dianggap merusak pakem musik keroncong. Pakem itu antara lain jumlah alat musik. Jika kelompok-kelompok lain kerap memainkan keroncong dengan tujuh alat, Congrock selalu tampil beda dengan instrumen kurang atau lebih dari jumlah pakemnya itu. Hal itu dinilai tidak pantas disebut sebagai musik keroncong. Namun seiring berjalannya waktu, Congrock 17 bisa diterima oleh masyarakat dan komunitas keroncong.



Hingga saat ini, Congrock 17 beranggotakan 17 orang dan mereka menambahkan beberapa instrumen modern, seperti bas, saksofon, terompet, trombon, drum, dan kibor. Congrock 17 juga melibatkan beberapa personel muda, salah satunya vokalis bernama Dila yang berusia 20-an tahun.

Selama 36 tahun berkarir, Congrock17 sudah tampil di berbagai acara, mulai dari manggung di hadapan Presiden ke-6 Republik Indonesia hingga tampil mewakili Indonesia  di World Music Festival di Johor, Malaysia.

 

(Foto: Congrock17

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kemeriahan Festival Payung Indonesia ke-13 di Taman Balekambang.

Soloevent.id - Festival Payung Indonesia (FESPIN) kembali digelar pada Jumat-Minggu (4-6/9/2026) di Taman Balekambang...

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Satu Dekade Dayskomvis! Intip Pameran Desain ‘Interplay Visual Noise’ di Gedung Djoeang 45

Soloevent.id - Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) telah sukses menggelar acara Dayskomvis...

More like this

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...