Wednesday, October 28, 2026
HomeSeni dan BudayaTradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung Solo, Sabtu (26/10/2026). Dalam acara ini sepasang gunungan diarak dari Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menuju Masjid Agung Solo.

Sepasang gunungan tersebut adalah jaler (laki-laki) dan estri (perempuan). Gunungan jaler melambangkan laki-laki. Sementara gunungan estri melambangkan perempuan. Keduanya memiliki makna bahwa di kehidupan ini, laki-laki dan perempuan akan berdampingan.

Untuk isiannya, gunungan jaler berisikan hasil bumi, artinya makanan-makanan yang masih mentah. Seperti, polo kependem, polo kesrimpet dan polo gumantung. Ada tiga unsur yang artinya seorang laki-laki harus bekerja, dinamis dan mencari penghidupan bagi keluarganya. Sementara gunungan estri, berisi makanan siap saji. Artinya seorang perempuan harus siap mengolah hasil bumi menjadi makanan untuk kebutuhan hidup keluarga.

Tradisi Grebeg Mulud ini sudah ada sejak dahulu, turun temurun hingga sekarang. Sebagian masyarakat percaya ini tradisi ngalap berkah. Banyak yang rela berdesak-desakan untuk ikut berebut gunungan.

Selain berebut gunungan masyarakat juga berebut janur kuning yang dipasang di sepanjang bangsal Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Menurut kepercayaannya, janur dari arena Sekaten dapat membawa berkah.

Salah satu masyarakat bernama Untung lestari dari Klaten yang mengaku baru pertama kali datang ke acara grebeg mulud. “Ini tadi baru pertama kali datang kesini penasaran mau lihat. Katanya ya kepercayaan masing-masing kalau bawa pulang gunungan atau janur bisa dapat keberkahan. Ini tadi saya dapat janur mau saya bawa pulang,” ujarnya kepada soloevent.

Dalam acara grebeg mulud ini juga sekaligus membawa kembali dua gamelan yang sebelumnya dikeluarkan dari Masjid Agung kembali menuju Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Gamelan pusaka itu terdiri dari dua perangkat, yakni gamelan Kiai Guntur Madu dan Kiai Guntur Sari.

Grebeg Mulud Sekaten merupakan tradisi puncak dari Keraton untuk memperingati hari kelahiran atau Maulid Nabi Muhammad SAW.  Di perayaan Sekaten 2026 ini, masyarakat bisa melihat hiburan pasar malam di Alun-Alun Utara. Selain itu, banyak jajanan dan mainan tradisional khas Sekaten, seperti celengan gerabah, perahu othok-othok, arum manis, jenang, dll.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Pekan Se.Daya.Di.Surakarta 2026 Hadirkan 7 Program Lokakarya, Pertunjukan Kesenian Hingga Boga

Soloevent.id - Taman Balekambang menjadi ruang pertemuan pekan Se.Daya.Di.Surakarta pada tanggal 1-7 November 2026....

Solo Documentary Film Festival 2026, Hadirkan Ruang Perayaan Bagi Pembuat Film Dokumenter

Soloevent.id - Solo Documentary Festival kembali digelar pada Jumat-Minggu (23-25/10/2026) di Hook Omah Sinten...

Nusantara Berwastra! Malam Penobatan Duta Budaya Indonesia 2026 di Balekambang Solo

Soloevent.id - Budaya adalah warisan sebuah bangsa tanpa budaya sebuah bangsa tak akan memiliki...

More like this

Pekan Se.Daya.Di.Surakarta 2026 Hadirkan 7 Program Lokakarya, Pertunjukan Kesenian Hingga Boga

Soloevent.id - Taman Balekambang menjadi ruang pertemuan pekan Se.Daya.Di.Surakarta pada tanggal 1-7 November 2026....

Solo Documentary Film Festival 2026, Hadirkan Ruang Perayaan Bagi Pembuat Film Dokumenter

Soloevent.id - Solo Documentary Festival kembali digelar pada Jumat-Minggu (23-25/10/2026) di Hook Omah Sinten...

Nusantara Berwastra! Malam Penobatan Duta Budaya Indonesia 2026 di Balekambang Solo

Soloevent.id - Budaya adalah warisan sebuah bangsa tanpa budaya sebuah bangsa tak akan memiliki...