Wednesday, June 10, 2026
HomeSeni dan BudayaPengabdi Setan Ala Owah Gerr Band Bikin Ngakak Kenceng

Pengabdi Setan Ala Owah Gerr Band Bikin Ngakak Kenceng

Published on

- Advertisement -spot_img

OWAH-GERR-BAND-01

 

Soloevent.id – Di tangan Owah Gerr Band, film Pengabdi Setan yang semula menyeramkan diubah menjadi penuh humor yang bikin penonton ngakak kencang.

 

Kamis (1/11/2017) malam, Owah Gerr Band berkolaborasi bareng komedian-komedian Kota Solo mengadakan pementasan Pengabdi Petan. Ini adalah parodi dari film horor terlaris di Indonesia, Pengabdi Setan.

 

OWAH-GERR-BAND-03

 

Sejak menit awal, penonton yang memenuhi Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah sudah dibikin ketawa. Babak pertama, Owah Gerr Band memparodikan salah satu adegan memorable dari Pengbadi Setan yaitu saat Ibu yang berbaring di atas ranjang tiba-tiba membunyikan lonceng.

 

Di Pengabdi Petan, Ibu (diperankan Nana Monica) kemudian memanggil anaknya, Toni. Saat muncul, Toni ternyata tidak langsung menyamperi Ibu, malahan dia bermonolog dengan gaya bicara bak Presiden Joko Widodo.

 

OWAH-GERR-BAND-04

 

Toni diperankan oleh Ekolas Saputra, yang jika diperhatikan sekilas punya bentuk wajah 11-12 dengan Presiden Jokowi. Aksi vokalis/tukang melucu Owah Gerr Band itu langsung dihadiahi tawa penonton.

 

Namanya juga band humor, Owah Gerr Band juga tak lupa memlesetkan lagu. Kali ini yang jadi korban adalah lagu dari The Spouse, “Kelam Malam”. Oleh Owah, soundtrack Pengabdi Setan itu digabung dengan “Bojo Galak”.

 

OWAH-GERR-BAND-05

 

Suasana tambah gerr saat dua komedian tamu, Si Doel dan Widi Kocrit, muncul di panggung. Si Doel berperan sebagai majikan dan suami Ibu, sedangkan Kocrit menjadi pembantunya. Celotehan-celotehan berbahasa Jawa mampu mengocok perut penonton. “Susu bubuk kui cara gawene ditangekke sik,” kata Kocrit.

 

Apalagi saat Mamank Tse dan Terra Sudira muncul, lawakan-lawakan spontan dan improvisasi menggunakan properti panggung semakin menambah tawa. Contohnya adalah saat Terra dan Mamank menjadi barongsai dengan memakai seprei, atau Kocrit yang memanfaatkan gulungan kasur untuk membikin mercon besar.

 

OWAH-GERR-BAND-06

 

Ternyata cerita Pengabdi Petan berbeda jauh dengan Pengabdi Setan. Sosok Ibu bukanlah hantu gentayangan, melainkan ibu-ibu yang sering keluyuran malam untuk minta petan (mencari kutu rambut) sama tetangganya.

 

 

Penulis: Reza Kurnia Darmawan

Foto: Reza Kurnia Darmawan

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Targetkan 7.000 Pelari: Solo Run Fest 2026 Padukan Olahraga, Budaya & Tren Kalcer!

Soloevent.id - Solo Run Fest 2026 kembali digelar, memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ajang lari...

Praktik Langsung, Siswa Broadcasting dan Film SMKN 7 Surakarta Gelar Karya Film Pendek dan Video Musik

Soloevent.id - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Surakarta menggelar kegiatan gelar karya di...

Madreya EO Sukses Gelar “Nge-Lawak Berbudaya” Di Koat Coffee Kartasura

Kartasura, 17 Mei 2026 - Madreya EO, kelompok event organizer yang beranggotakan mahasiswa semester...

More like this

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...