Monday, January 26, 2026
spot_img
HomeSeni dan Budaya88 Orang Mbatik Bareng Di Jalan K.H. Samanhoedi

88 Orang Mbatik Bareng Di Jalan K.H. Samanhoedi

Published on

- Advertisement -spot_img

KH-SAMANHOEDI-01

 

Soloevent.id – Bagi Suwarno Waroto, membatik itu perlu jiwa dan rasa. Laki-laki 67 tahun yang menjadi anggota komunitas Canthing Kakung ini tak pernah asal-asalan dalam membatik; ia punya prinsip bagaimana caranya agar karyanya itu bisa “hidup”.

 

Salah satu wujud ketekunan Suwarno bisa dilihat dalam karya terbarunya yang mencuplik kisah Mahabarata, “Karno Tandhing”. Suasana peperangan antara Pandhawa dan Kurawa dilukiskan dengan detil, sehingga orang yang melihat seakan bisa terbawa dalam suasana itu.

 

Karya tersebut ia tampilkan dalam acara Mbathik Bareng di sepanjang Jl. Samanhoedi, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Kamis (2/11/2017). “Membatik itu harus menggunakan jiwa dan rasa, karena sekali menggoreskan canting, tidak bisa diulangi lagi. Kalau saya lagi malas ya enggak bisa mbathik,” katanya sambil terkekeh.

 

KH-SAMANHOEDI-03

 

Pagi itu, Suwarno dan 87 pembatik lainnya – profesional maupun nonprofesional – mengikuti kegiatan Mbathik Bareng yang jadi acara pembuka Napak Budaya Samanhoedi 2017.

 

Selain Mbathik Bareng, ada kegiatan lainnya yang digelar di Napak Budaya Samanhoedi 2017, seperti lomba pembuatan taman penanda dan sejarah kampung, ziarah Samanhoedi, forum grup discussion, serta Kirab Samanhoedi yang menjadi puncak event ini. Kirab dilangsungkan pada Minggu (5/11/2017).

 

Menurut Ketua Pelaksana Napak Budaya Samanhoedi 2017, Albicia Hamzah, event ini terus digelar untuk mem-branding Kelurahan Sondakan sebagai desa wisata. “Kenapa Samanhoedi? Karena beliau adalah Pahlawan Nasional yang lahir di Sondakan,” jelasnya saat ditemui di Kelurahan Sondakan, Kamis.

 

Napak Budaya Samanhoedi menjadi pelengkap branding Samanhoedi di Kelurahan Sondakan. Albi mengatakan, saat ini Samanhoedi telah digunakan sebagai nama jalan, balai, dan museum di Sondakan.

 

 

Penulis: Reza Kurnia Darmawan

Foto: Reza Kurnia Darmawan

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...