Friday, August 14, 2026
HomeSeni dan BudayaFolklor Filipina Pentas Di Hari Terakhir SIPA 2017

Folklor Filipina Pentas Di Hari Terakhir SIPA 2017

Published on

- Advertisement -spot_img

SIPA-2017-01

 

Soloevent.id – Ribuan warga berjubel memadati Benteng Vastenburg untuk melihat pementasan terakhir Solo International Performing Arts (SIPA) 2017, Sabtu (9/9/2017) malam.

 

Sekitar pukul 19.30 WIB hampir semua kursi sudah dipenuhi penonton. Ada enam penampilan pamungkas di hari terakhir SIPA 2017. Salah satunya adalah tari Sinugdan yang dibawakan La Salle Teatro Gundengan Filipina.

 

Sinugdan menggabungkan teater dan tari kontemporer yang berasal dari asal usul masyarakat Subanen di Zamboanga Peninsula.

 

Dikisahkan, Tuhan menciptakan seorang wanita dan memerintahkannya turun ke bumi untuk menyelesaikan sebuah misi. Dalam perjalanannya, dia bertemu dengan salah satu roh dari tujuh gunung yang kemudian menjelaskan misinya.

 

Wanita tersebut lalu diharuskan menetap di bumi agar suatu bangsa menjadi terus tumbuh dan tanah menjadi subur setelah bumi dilanda banjir besar. Di bumi dia bertemu seorang pria dari Timur yang menaruh saputangan di bahunya dan tiba-tiba dia mengandung dan hamil. Di akhir cerita mereka mengisi bumi dengan keturunannya.

 

Salah satu penonton, Nurlita Sari (22) mengaku sudah dua hari berturut-turut menonton SIPA 2017. “Kemarin [Jumat] sepi banget, hari ini rame,” ujarnya. Nurlita cukup menikmati penampilan penari walau dia sebenarnya tidak terlalu mengerti dengan maksud tariannya.

 

Ada pula Monika Rindang (22), salah satu penonton yang menggilai  pertunjukan seni semacam SIPA. Menurutnya SIPA 2017 makin kece karena ada percampuran antara budaya modern dan tradisional. “Contohnya kayak tari Saman dari Aceh yang dikombinasi dengan gitar listrik dan biola. Menurutku itu the best performance,” jelasnya.

 

Selain dari Filipina, di hari terakhir SIPA 2017 juga dimeriahkan oleh delegasi dari Bangka Selatan (Sanggar Seni Tiara Selatan), Thailand (Nor Slip: Art Sprout), Malaysia (Silhouette Art Performance), Vietnam (Hanoi Solo Artist), dan Banyuwangi (Sanggar Seni Jinggo Sobo).

 

Panggung SIPA 2017 diakhiri dengan menyanyikan lagu “Tanah Airku” dan dimeriahkan dengan pesta kembang api sebagai tanda ditutupnya SIPA 2017.

 

Teks dan foto: Yasinta Rahmawati

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Emparty Fest 2026, Hadirkan Ruang Berkarya Para Komunitas Seniman Merdeka

Soloevent.id - Pameran seni bertajuk Emparty Fest 2026 digelar di Taman Budaya Jawa Tengah...

Kirab 9 Pusaka di CFD Solo: Perayaan Semarak HUT ke-9 Museum Keris Nusantara!

Soloevent.id - Museum Keris Nusantara baru saja merayakan hari jadi ke-9 yang jatuh pada...

Korea Tourism Organization Perkuat Kerja Sama denganIndustri Pariwisata melalui Korea Tourism Seminar Solo 2026

Solo, 6 Agustus 2026 – Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta kembali memperkuat promosi pariwisata...

More like this

Emparty Fest 2026, Hadirkan Ruang Berkarya Para Komunitas Seniman Merdeka

Soloevent.id - Pameran seni bertajuk Emparty Fest 2026 digelar di Taman Budaya Jawa Tengah...

Kirab 9 Pusaka di CFD Solo: Perayaan Semarak HUT ke-9 Museum Keris Nusantara!

Soloevent.id - Museum Keris Nusantara baru saja merayakan hari jadi ke-9 yang jatuh pada...

Resmi Diumumkan! “Gondrong” Gunarto Terpilih Jadi Ambassador SIPA 2026.

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 dengan bangga memperkenalkan "Gondrong" Gunarto sebagai...