Friday, June 12, 2026
HomeSeni dan BudayaBanjir Penghargaan Di Akhir Festival Kethoprak

Banjir Penghargaan Di Akhir Festival Kethoprak

Published on

- Advertisement -spot_img

SAMBUTAN-WAKIL-WALIKOTA-SOLO-SAAT-PENUTUPAN-FESTIVAL-KETHOPRAK

SURAKARTA, SOLOEVENT.CO.ID – Dalam penutupan festival kethoprak menampilkan pementasan kethoprak yang berjudul Satria Piningit yang dipentaskan oleh Kethoprak Alih Profesi. Pemain kethoprak Alih Profesi ini merupakan pemain senior yang sudah berpengalaman, salah satunya adalah penyanyi keroncong profesional dari Solo, Sruti Respati,  yang melantunkan lagu Walang Kekek di tengah-tengah pementasan yang  membuat seluruh penonton terpukau oleh suara khasnya. Pementasan ini memiliki lakon utama Satria Piningit yang merupakan pemuda tampan dan berjiwa ksatria yang memperjuangkan keadilan.

Pementasan Kethoprak ini tidak membosankan seperti apa yang dibayangkan oleh masyarakat. Dibumbui oleh aksi laga bak film laga yang membuat mata penonton tidak lepas dalam aksi seru tersebut. Tidak hanya aksi laga saja, namun diselipi oleh adegan komedi yang membuat para penonton tertawa terbahak-bahak. Terdapat satu babak yang mementaskan adegan lawak, lawakan ini membuat penonton tidak beranjak dari kursi. Lawakan ini juga menyangkut isu-isu yang hangat, terutama pemilu.

Festival Kethoprak yang di selenggarakan di Gedung Kesenian Taman Balekambang, Solo, Jawa Tengah yang dimulai dari tanggal 10 – 14 Juni 2014. Pementasan festival kethoprak ini disuguhkan oleh sembilan komunitas kethoprak di Soloraya, antara lain Gendheng Rek, UPKD FKIP UNS, Serambi Sukowati, Kethoprak Palaguna, Ketholeng, Gumbregah, Banjaran Timur, Wisma Karna, dan Sekar Budaya. Festival Kethoprak ini sebagai ajang penghargaan komunitas kethoprak muda yang memperebutkan Piala Walikota bergilir.

Diakhir acara festival kethoprak merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh sembilan komunitas kethoprak. Salah satu perwakilan dewan juri membacakan hasil evaluasi dari pementasan kethoprak yang menyatakan bahwa masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi, seperti estetika, dramatik, pemilihan lakon, pemilihan iringan, menciptakan klimaks dan konflik, penghayatan tokoh, dan penguasaan panggung. Namun, mereka memberi apresiasi yang tinggi kepada komunitas kethoprak muda yang berjuang untuk melestarikan kesenian kethoprak di era global.

Beberapa penghargaan terbagi dalam beberapa kategori. Penghargaan kelompok favorit yang berdasarkan angket jatuh kepada UPKD FKIP UNS. Kemudian dalam kategori iringan terbaik diraih oleh Gumbregah. Kelompok Ketholeng mendapat penghargaan penataan artisik terbaik. Pemain putri terbaik jatuh kepada lakon Werdiningsih dalam judul Werdiningasih dan lakon Arga Raja dalam pementasan Rangkeping Bumi Aji menjadi pemain terbaik putra. Penghargaan 3 penyaji terbaik tanpa jenjang jatuh kepada Kethoprak Palguna, Gumbregah, dan Banjaran Timur. Panggah Rudita menjadi Sutradara terbaik yang menyutradarai kethoprak yang berjudul 1949 dari komunitas Kethoprak Gumbregah yang menjadi juara umum di festival kethoprak ini.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Targetkan 7.000 Pelari: Solo Run Fest 2026 Padukan Olahraga, Budaya & Tren Kalcer!

Soloevent.id - Solo Run Fest 2026 kembali digelar, memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ajang lari...

Praktik Langsung, Siswa Broadcasting dan Film SMKN 7 Surakarta Gelar Karya Film Pendek dan Video Musik

Soloevent.id - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Surakarta menggelar kegiatan gelar karya di...

Madreya EO Sukses Gelar “Nge-Lawak Berbudaya” Di Koat Coffee Kartasura

Kartasura, 17 Mei 2026 - Madreya EO, kelompok event organizer yang beranggotakan mahasiswa semester...

More like this

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...