Thursday, May 7, 2026
HomeSeni dan BudayaPembukaan Solo 24 Jam Menari 2017: Penari Dan Penonton Lenggeran Bareng

Pembukaan Solo 24 Jam Menari 2017: Penari Dan Penonton Lenggeran Bareng

Published on

- Advertisement -spot_img

SOLO-24-JAM-MENARI

Soloevent.id – Sabtu (29/4/2017) menjadi hari besar para pencinta tari. Merayakan Hari Tari Dunia, lebih dari 3.000 penari berkumpul di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta untuk berpentas di Solo 24 Jam Menari 2017. Tak hanya dari Solo, peserta juga berasal dari sanggar/komunitas tari asal luar kota.

Solo 24 Jam Menari 2017 dibuka oleh Rektor ISI Surakarta, Sri Rochana Widyastutieningrum. Opening ceremony ini juga menandai mulai menarinya Anter Asmorotedjo, Asep Sulaeman, dan Danang Pamungkas selama 24 jam nonstop.

Setelah dikalungi bunga oleh Rektor ISI Surakarta, ketiga penari 24 jam itu mulai berlenggak-lenggok di atas panggung. Mereka juga bergantian unjuk gigi secara solo. Anter Asmorotedjo membawakan karya tari berjudul “Semelah”, Asep Sulaeman tampil dengan gerakan-gerakan silat Sunda, sedangkan Danang Pamungkas menyajikan garapan tari “Middle”.

Selain aksi para penari 24 jam, upacara pembukaan Solo 24 Jam Menari 2017 juga dimeriahkan dengan tari “Garuda Naga” yang dibawakan oleh mahasiswa ISI Surakarta dan penampilan komunitas-komunitas mahasiswa daerah.

Tampil sebagai penutup adalah komunitas mahasiswa Banyumas. Diiringi musik calung, para penari membawakan Tari Lengger dengan ceria. Di akhir penampilannya, mereka mengajak penonton dan tamu undangan berjoget bareng.

Opening ceremony Solo 24 Jam Menari 2017 dipungkasi dengan prosesi arak-arakan ketiga penari 24 jam dari halaman Rektorat menuju Pendhapa Ageng ISI Surakarta.

Rektor ISI Surakarta mengatakan, Solo 24 Jam Menari 2017 digelar sebagai upaya merawat seni tari – khususnya tari tradisi di Nusantara – dan  kebinekaan serta persatuan. Di edisi kesebelasnya, event ini mengambil tema “Merayakan Migrasi Tubuh”.

“Melalui tari diharapkan interaksi antardaerah bisa dijaga. Ini nantinya akan mengembangkan seni daerah. Apabila seni daera tetap berkembang berarti kita bisa menciptakan ketahanan budaya yang akan berdampak pada ketahanan nasional,” jelasnya.

Solo 24 Jam Menari 2017 tak hanya mempertontonkan tari tradisional, melainkan juga kontemporer, kreasi baru, modern, dan lain-lain. Acara ini bakal diakhiri pada Minggu (30/4/2017) jam 06.00 WIB.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Indonesia’s Horse Racing (IHR):Perebutan Perdana Piala Raja Mangkunegaran dan Laga Krusial Triple Crown di Tegalwaton, Jawa Tengah

Jakarta, 6 Mei 2026 – Rangkaian Indonesia’s Horse Racing (IHR) 2026 memasuki penyelenggaaan kejuaraan...

Lautan VW Kodok & Combi di Solo Technopark: Intip Keseruan Wingdays 5 Volkswagen

Soloevent.id - Wingdays 5 Volkswagen sukses digelar pada Sabtu-Minggu (2-3/5/2026) di Solo Technopark. Acara...

Libatkan 7.750 Pelari, Mangkunegaran Run 2026 Sudah Kantongi Sertifikasi World Athletics

Soloevent.id - Mangkunegaran Run 2026 kembali digelar di Kota Solo, Minggu (3/5/2026). Ajang lari...

More like this

Libatkan 7.750 Pelari, Mangkunegaran Run 2026 Sudah Kantongi Sertifikasi World Athletics

Soloevent.id - Mangkunegaran Run 2026 kembali digelar di Kota Solo, Minggu (3/5/2026). Ajang lari...

Peringati Adeging Mangkunegaran ke-269, Pura Mangkunegaran Gelar Mangkunegaran Makan-Makan

Soloevent.id - Pura Mangkunegaran kembali menggelar Mangkunegaran Makan-Makan di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo, Jumat-Minggu...

Pelatihan Membuat Sanggul Bersama Akademi Sanggul Nusantara di Event Solo Menari 2026

Soloevent.id - Pagelaran Solo Menari 2026 kembali digelar pada Selasa-Rabu (28-29/4/2026) di Pendhapi Gedhe...