Tuesday, September 22, 2026
HomeSeni dan BudayaDari Panggung SIPA 2016 Suara Kemanusiaan Dikumandangkan

Dari Panggung SIPA 2016 Suara Kemanusiaan Dikumandangkan

Published on

- Advertisement -spot_img

edit

Soloevent.id – Solo International Performing Arts (SIPA) edisi sewindu resmi ditabuh pada Kamis (8/9/2016). Mengangkat tema “Maha Swara”, SIPA 2016 ingin menggelorakan suara kemanusiaan lewat seni pertunjukan – terutama yang berbasis musik.

Suara kemanusiaan sudah didengungkan sedari upacara pembukaan saat maskot SIPA 2016, Peni Candra Rini, berkolaborasi dengan Semarak Candra Kirana dan musisi-musisi luar negeri. Peni dengan lengkingan dan getaran vokalnya yang penuh semangat melantangkan syair “Maha Swara”.

Pentas pembukaan ini ibarat menjadi ajang persatuan budaya. Bagaimana tidak, beragam jenis instrumen dan warna musik dimainkan oleh orang-orang dari belahan dunia berbeda. Mereka dipersatukan dalam nama seni.

Bunyi gamelan yang dimainkan musisi-musisi dalam negeri berpadu-padan dengan tiupan flute Rodrigo Parejo (Spanyol), petikan mandolin Neil Chua & Ruanatworkz (Singapura), permainan gitar elektrik Philip Graulty (Amerika Serikat), dan pukulan perkusi serta harmonisasi vokal Blessing Chimanga (Zimbabwe).

Komposisi lintas budaya itu mengalun memenuhi Benteng Vastenburg, dan seakan memberi dorongan kepada penonton untuk terus menjunjung tinggi spirit perdamaian dan persahabatan antarmanusia dan lingkungan.

Dalam sambutannya, Direktur Solo International Performing Arts, Irawati Kusumorasri, mengatakan, melalui “Maha Swara” SIPA 2016 ingin mengajak masyarakat untuk selalu mendengar suara-suara kemanusiaan. “SIPA lahir atas keinginan besar untuk menjadikan energi kebudayaan sebagai energi kehidupan,” sambungnya.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo – diwakili oleh Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, mengutarakan, ditampungnya beragam seni pertunjukan dari berbagai dunia dalam panggung SIPA, menandakan SIPA menjadi simbol toleransi terhadap perbedaan. “Sikap toleransi dan saling apresiasi budaya antarbangsa sangat dibutuhkan untuk menghilangkan sekat-sekat perbedaan agar terwujud keharmonisan dan kedamaian dunia,” terangnya.

Seusai upacara pembukaan, enam penampil lain – Park Na Hoon Dance Company, Maya Hasan, Kua Etnika, Manipuri Dance, Park Na Hoon, dan Dewa Budjana – turut menghiasi hari pertama SIPA 2016 melalui karya-karyanya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

More like this

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...