Tuesday, September 8, 2026
HomeMusikCerita tentang Nasida Ria, Band Kasidah Pertama di Indonesia

Cerita tentang Nasida Ria, Band Kasidah Pertama di Indonesia

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Sebagai negara dengan penduduk mayoritas  beragama Islam, Indonesia memiliki banyak musisi yang memainkan musik religi. Salah satunya adalah Nasida Ria. Band kasidah modern asal Semarang ini dibentuk sejak tahun 1975. Seluruh personelnya adalah wanita. Sudah lebih dari empat dekade berdiri, Nasida Ria merupakan kelompok kasidah modern paling senior di Indonesia.

Nasida Ria dibentuk oleh HM Zain yang merupakan seorang guru qira’at. Zain kemudian mengumpulkan sembilan siswinya, yakni Mudrikah Zain, Mutoharoh, Rien Jamain, Umi Kholifah, Mysyarofah, Nunung, Alfiyah, Kudriyah, dan Nur Ain untuk membikin grup. Mereka awalnya hanya menggunakan rebana sebagai alat musik.

Kemudian, Wali Kota Semarang kala itu, Iman Soeparto Tjakrajoeda, yang menggemari musik mereka, menyumbangkan instrumen organ untuk membantu Nasida Ria sekaligus memperlancar pelajaran musik mereka. Tak cuma organ, alat musik lain seperti gitar, bas, dan biola diberikan di hari selanjutnya.

Selama  lebih dari 40 tahun berkarir, Nasida Ria telah menelurkan 35 album. Album debutnya, Alabaladil Makabul, dibuat tiga tahun seusai pembentukan mereka. Lirik-lirik yang berisi dakwah itu dibungkus dengan musik yang berkiiblat ke jazirah Arab.

Nasida Ria masih menggunakan bahasa Arab hingga tiga album berikutnya. Namun, Kyai Ahmad Buchori Masruri menyarankan mereka untuk menggunakan bahasa Indonesia agar lagu-lagunya lebih efektif. Sejak itu, gaya Nasida Ria berubah. Masruri turut menyumbangkan lagu untuk mereka dengan nama samaran Abu Ali Haidar.

Gaya Nasida Ria yang baru ternyata populer. Lagu-lagu mereka, antara lain “Pengantin Baru”, “Tahun 2000”, “Jilbab Putih”, “Anakku”, dan “Kota Santri”, banyak diputar di radio, baik di perdesaan maupun kota. Mereka juga muncul di televisi nasional dan melakukan tur di seluruh Indonesia.

Tidak hanya tur dalam negeri saja, pada Juli 1996, mereka diundang ke Jerman untuk tampil di Festival Heimatklange yang diadakan di tiga kota di Jerman, yaitu Berlin, Mulheim, dan Dusseldorf.



Dilansir dari sebuah situs, Nasida Ria telah menang beberapa penghargaan, salah satunyae dari Persatuan Wartawan Indonesia pada tahun 1989. Lagu mereka “Perdamaian”, yang ditulis oleh Masruri, sering ditayangkan di stasiun radio pada musim Lebaran selama berpuluh tahun, dan pernah di-cover oleh band Gigi. “Kota Santri” pun pernah dibawakan ulang oleh salah satu diva Indonesia, Krisdayanti, dan mantan suaminya, Anang Hermansyah.

Setelah tahun 2000, pamor Nasida Ria menurun. Mereka sering melakukan gonta-gonta personel karena tak sedikit anggotanya yang meninggal dunia maupun hengkang dari band. Saat ini, Nasida Ria yang beranggotakan 12 pemain musik dimanajeri oleh Choliq Zain, anak dari HM Zain. Choliq menaruh perhatian besar tentang kaderisasi dan regenerasi. Dia gencar mencari anak-anak muda di seantero Semarang dan Jawa Tengah. Tujuannya untuk melakukan pembibitan generasi keempat Nasida Ria dengan membentuk tim junior yang beranggotakan siswi-siswi SMP dengan nama itu Qasidah ezzurA.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kemeriahan Festival Payung Indonesia ke-13 di Taman Balekambang.

Soloevent.id - Festival Payung Indonesia (FESPIN) kembali digelar pada Jumat-Minggu (4-6/9/2026) di Taman Balekambang...

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Satu Dekade Dayskomvis! Intip Pameran Desain ‘Interplay Visual Noise’ di Gedung Djoeang 45

Soloevent.id - Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) telah sukses menggelar acara Dayskomvis...

More like this

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...