Tuesday, September 29, 2026
HomeBisnisAda Imbauan Tak Boleh Berkerumun, Bagaimana Nasib Event Organizer?

Ada Imbauan Tak Boleh Berkerumun, Bagaimana Nasib Event Organizer?

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Seperti yang kamu tahu, Indonesia dan negara-negara lain sedang terserang virus corona baru atau COVID-19. Solo termasuk salah satu kota yang terkena. Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) selama dua pekan. Pemerintah pun mencanangkan masa tanggap darurat yang mengimbau segala bentuk kegiatan yang mengumpulkan banyak orang agar ditunda atau bahkan dibatalkan.

Merespon imbauan itu, banyak event di Kota Solo yang ditunda. Lalu, bagaimana kabar event organizer di Solo?

Menurut Owner Republic in Act (RIA) Production Ria Hadirahardjo ada enam event yang masih pending dan belum mendapatkan keputusan pasti dari klien apakah diundur atau batal. Mewabahnya COVID-19 ini membawa dampak signifikan bagi dirinya. “Hal ini memberikan efek stagnan pada kreativitas pekerja seni serta masyarakat penikmat seni, contohnya konser , pertunjukan, gathering, dan sebagainya,” ungkap Ria saat dihubungi Soloevent.

Namun, Ria tetap mendukung imbauan pemerintah untuk menunda acara/kegiatan yang melibatkan orang banyak/massal guna memutus rantai persebaran COVID-19.

Tak sedikit event konser, pameran, gathering yang ditunda. Sama-sama mendatangkan banyak orang, bagaimana dengan resepsi pernikahan? Apakah mengalami hal yang sama?

Soloevent menanyai Maxima Production, salah satu wedding organizer ternama di Solo. Menurut Founder & CEO Maxima Production Marsheilla Setiabudhi, bisnis yang dijalankannya turut terkena imbas dari pandemi COVID-19 ini. Hampir semua wedding event yang ditangani Maxima diundur.

Meskipun demikian, ada juga beberapa event pernikahan yang tetap berlangsung karena sudah memesan vendor jauh-jauh hari. Ada juga yang memilih karena alasan tidak bisa ditunda lagi, serta jumlah tamu yang terbatas antara kerabat dan teman dekat saja.

“Keputusan ditunda atau batalnya event kami berikan kepada klien karena kami serta merta tidak bisa membatalkan event,” terang Lala.



Walau kondisi sedang lesu, Lala dan tim tetap berproses dengan membicarakan konsep-konsep acara yang akan digelar di waktu mendatang. Menindaklanjuti imbauan pemerintah, proses berbagi ide tersebut dilakukan di rumah lewat video conference.

Sebagai pelaku event, Lala merasa prihatin melihat situasi ini. Banyak yang kena dampaknya, tak terkecuali rekan bisnisnya. Dia berharap dengan masyarakat bisa menjaga kesehatan, lebih berhati-hati dan selalu optimis bahwa semuanya pasti ada jalan keluarnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

More like this

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...