Saturday, September 12, 2026
HomeMusikKaton Bagaskara Buat “Dinda di Mana” Versi Jawa

Katon Bagaskara Buat “Dinda di Mana” Versi Jawa

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Masih ingat dengan lagu “Dinda di Mana”-nya Katon Bagaskara? Dirilis 27 tahun lalu, album perdana Katon yang memuat single tersebut, angka penjualannya mencapai lebih dari dua juta kopi. Lagu ini juga menjadi salah satu hit legendaris dari solo karier Katon.

Tahun ini, vokalis band KLa Project itu bakal me-remake “Dinda di Mana” dengan menggunakan bahasa Jawa di bagian chorus-nya. Katon melakukan ini karena banyak anak muda yang menyukai lagu-lagu berbahasa Jawa, contohnya lagu-lagu Didi Kempot.

“Intuisi saya bilang untuk nyanyi lagu ‘Dinda’ di video klip terbaru. Kalau dinyanyikan dalam bahasa Indonesia, sudah biasa. Akhirnya terpikir pakai bahasa Jawa, sesuai animonya,” ungkap Katon saat jumpa pers di rumah dinas Wali Kota Surakarta Loji Gandrung, Senin (24/2/2020).

Penyanyi kelahiran 14 Juni 1966 itu juga mengungkapkan proyek ini sebagai tombo kangen buat para penggemarnya yang masih menyukai lagu “Dinda di mana”. Katon bahkan membuat sebutan baru untuk penggemarnya, yaitu Sobat Kangen.

Dalam menerjemahkan lagunya ke bahasa Jawa, dia meminta bantuan kepada Mr. Jepank, rekan dekatnya dalam dunia musik. Jepank menerjemahkan lirik puitis “Dinda di Mana” ke dalam kalimat-kalimat indah ala Jawa. Dalam lagu ini juga ada senggakan-senggakan yang membuat orang berjoget ria seperti “Cendol Dawet” buatan Abah Lala.

Lagu ini dikerjakan seluruhnya di Solo, mulai dari proses rekaman hingga mastering sampai syuting video klip. Proses syuting akan dikerjakan di lokasi-lokasi ikonik Kota Solo, seperti Alun-Alun Kidul, Pasar Gede, dan lainnya selama dua hari. Syuting juga bakalan melibatkan talent lokal, salah satunya Solo Batik Carnival (SBC).



Musisi bernama lengkap Ignatius Bagaskoro Katon itu memilih Solo karena identik dengan budaya Jawa. Ditambah lagi, dulu, Katon bersama KLa Project pernah membuat klip dan lagu tentang Yogyakarta, kota yang menurut Katon juga identik dengan budaya Jawa. “Kini giliran Solo,” tuturnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

SIPA 2026 Tegaskan Posisi sebagai Festival Seni Internasional melalui Semangat “Kinetic Kinship: Beyond Boundaries”

SURAKARTA – Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menggelar jumpa pers di...

Solo International Performing Arts 2026 Tegaskan Surakarta sebagai Kota Budaya Dunia

Surakarta (09/09/2026) – Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali hadir dengan semangat baru,...

Kemeriahan Festival Payung Indonesia ke-13 di Taman Balekambang.

Soloevent.id - Festival Payung Indonesia (FESPIN) kembali digelar pada Jumat-Minggu (4-6/9/2026) di Taman Balekambang...

More like this

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...