Tuesday, February 10, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaSelalu Ada Saat Imlek, Ini Beda Barongsai dan Liong

Selalu Ada Saat Imlek, Ini Beda Barongsai dan Liong

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Atraksi barongsai dan liong selalu ditunggu saat perayaan Tahun Baru Imlek. Polah para pemain yang mempertontonkan kelincahan dan kekompakan menjadi hiburan masyarakat sewaktu Imlek tiba.

Dalam kultur Tiongkok, barongsai merupakan Dewa Singa yang digambarkan sebagai penguasa daratan. Sedangkan liong adalah hewan mitologi berupa naga sebagai perlambang Dewa Kebijaksanaan.

Menurut kepercayaan Tionghoa, tarian barongsai dan liong digunakan sebagai tolak bala yang dibawa Nian, roh jahat  yang suka mengganggu rakyat pedesaan. Melalui  tarian singa dan naga ini dipercaya dapat mengusir Nian (kesialan) tersebut.

Barongsai dan liong dimainkan dengan cara berbeda. Barongsai cukup dibawakan dua penari. Namun, mereka wajib punya fisik kuat, karena harus melakukan atraksi-atraksi yang cukup menantang. Sedangkan liong yang memiliki panjang 9-10 meter dimainkan oleh sembilan penari yang memegang tongkat dibawah perut naga. Penari liong ini harus mempunyai kemampuan simetrikal yang tinggi, sehingga dapat melakukan gerakan-gerakan variatif yang kompak.

Setiap gerakan yang dilakukan, baik barongsai maupun liong, memiliki makna tersediri. Siapa pun yang akan menampilkan dua tarian ini harus memahami filosofi-filosofi budaya Cina.

Etnis Tionghoa yang masih memegang teguh kepercayaan leluhur yakin bahwa tarian barongsai dan liong ini dapat memberikan energi positif untuk menjalani segala macam usaha. Karena kepercayaan ini, para etnis Tionghoa totok yang hendak membuka usaha selalu mengawalinya dengan menyuguhkan dua tarian itu. Konon, tarian barongsai dan liong bisa menularkan energi positif terhadap kegiatan bisnisnya di kemudian hari.



Seiring berjalannya waktu dan proses akulturasi budaya di Indonesia, para penari liong dan barongsai tidak hanya dari etnis Tionghoa saja, namun juga dari berbagai etnis dan keyakinan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

Maraton 48 Jam: Intip Keseruan Global Game Jam Solo 2026 di Solo Technopark!

Soloevent.id - Global Game Jam Solo 2026 kembali digelar pada 30 Januari hingga 1...

Chef Jane Spill Rahasia “Dubai Chewy Cookies” di Atrium Neo Solo Grand Mall.

Soloevent.id - Neo Solo Grand Mall kembali menggelar acara festival kuliner pada 23 Januari...

More like this

Mengenal Boga Sambrama: Tradisi Berbagi Jajanan Khas Mangkunegaran Setiap 35 Hari

Soloevent.id - Pura Mangkunegaran menggelar acara Boga Sambrama di Pamedan Pura Mangkunegaran Sabtu (31/1/2026)....

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...