Monday, October 12, 2026
HomeSeni dan BudayaMengawali Sekaten dengan Miyosaken Kagungan Dalem Gamelan

Mengawali Sekaten dengan Miyosaken Kagungan Dalem Gamelan

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Keraton Kasunanan Surakarta menggelar hajatan besar Sekaten. Acara tersebut digelar untuk memperingati hari kelahiran atau Maulid Nabi Muhammad SAW. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Sekaten diawali dengan prosesi Miyosaken Kagungan Dalem Gamelan Keraton. Tahun ini, kegiatan tersebut diadakan Sabtu (2/11/2019).

Ada beberapa hal yang dilakukan dalam prosesi tersebut, yaitu memindahkan dua gamelan pusaka milik Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menuju Masjid Agung. Kegiatan itu dilakukan oleh pihak Keraton dan para abdi dalem.

Gamelan pusaka itu terdiri dari dua perangkat, yakni gamelan Kiai Guntur Madu dan Kiai Guntur Sari. Kedua gamelan pusaka mulai diangkut dari Kori Kamandungan Lor Keraton Surakarta sekitar pukul 10.00 WIB.

Gamelan Sekaten itu dipikul menggunakan tandu. Perangkat gamelan ditutupi kain putih dan dihiasi roncean melati. Puluhan abdi dalem Keraton, putra maupun putri, turut mendampingi pemindahan gamelan dengan mengenakan pakaian tradisional Jawa.

Ketika sampai halaman Masjid, iring-iringan gamelan dibagi menjadi dua. Gamelan Kiai Guntur Madu dibawa ke sebelah selatan, sementara Kiai Guntur Sari diusung di sisi utara. Keduanya ditempatkan di sebuah ruangan khusus bernama Bangsal Pradonggo.

Kedua gamelan tersebut diletakkan di sana selama seminggu dan akan ditabuh setiap hari. Penabuh gamelan pun tidak sembarangan, mereka sudah dipilih oleh pihak Keraton. Yang pertama kali ditabuh adalah Kiai Guntur Madu. Gending yang dimainkan yaitu ladrang “Rambu”. Saat gamelan dibunyikan, masyarakat beramai-ramai mengunyah kinang. Itu dipercaya bikin awet muda.



Setelah satu minggu, kedua gamelan pusaka dikembalikan ke Keraton Kasunan Surakarta berbarengan dengan hari puncak Sekaten. Nah, di puncak Sekaten, akan digelar Kirab Gerebeg Mulud Tahun Wawu 1953. Saat itu, biasanya masyarakat akan berdatangan untuk berebut gunungan. Konon, gunungan dipercaya membawa berkah.

Grebeg Mulud 2019 ini bakalan berlangsung Sabtu (9/11/2019).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Disco Pilates Hadir Pertama Kali di Solo, Musro The Sunan Hotel Solo

Kolaborasi Yogashala dan Music Room The Sunan Hotel Solo SOLO, 3 Oktober 2026 — Ada...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

More like this

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...