Saturday, September 12, 2026
HomeMusikKisah di Balik Nama Panggung Didi Kempot

Kisah di Balik Nama Panggung Didi Kempot

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Para penggemar musik pastinya enggak asing dengan Didi Kempot. Penyanyi kelahiran Solo tersebut kini sedang viral-viralnya. Oleh Sobat Ambyar (nama penggemar Didi Kempot), pelantun “Banyu Langit” itu  dinobatkan sebagai The Godfather of Broken Heart alias Bapak Patah Hati Nasional. Lagu-lagunya yang nelangsa membuat Didi menyandang julukan tersebut.

Didi Kempot sepertinya ditakdirkan dialiri darah seni. Ia tumbuh di keluarga seniman. Ayahnya, Ranto Edi Gudel, merupakan pelawak terkenal. Ibunya adalah seorang penyanyi keroncong. Kakak kandung Didi, Mamiek Prakoso alias Mamiek Podang, menjadi salah satu artis tenar di grup humor Srimulat. Didi mengikuti jejak seni keluarganya dengan menyanyikan lagu-lagu campursari.

Saat tampil, pria bernama asli Didi Prasetyo itu menggunakan nama panggung Didi Kempot. Ternyata ada cerita kenapa dia memilih nama “Kempot”.

Dikutip dari cnnindonesia.com, kisah  nama Kempot terkuak saat Didi berbincang dengan Youtuber Gofar Hilman. Mungkin kamu mengira kalau “Kempot” dipakai lantaran pipi pencipta lagu “Suket Teki” itu ada cekungannya. Salah. Ternyata nama tersebut berhubungan dengan kisah karirnya.

“Kempot” merupakan akronim “Kelompok Penyanyi Trotoar”. Penyanyi 52 tahun itu bercerita, dulu dia kerap mengamen di salah satu warung nasi liwet di daerah Keprabon, Solo. Lalu, Didi sempat mengadu nasib ke Jakarta. Di daerah Bundaran Slipi, Jakarta, itulah sejarah nama “Kempot” tercipta. Di tanah rantau, Didi bersama kawan-kawan pemusik jalanan asal Solo membuat komunitas Kelompok Penyanyi Trotoar yang beranggotakan lima orang.



Didi Kempot mengamen sejak sekitar tahun 1984. Tak cuma di Solo, dia juga berkeliling ke Yogyakarta bahkan hingga Jakarta. Sejak 1989, Didi mulai merintis karir di industri musik Indonesia. Ia memainkan campursari. Lagu-lagunya  banyak bercerita soal kandasnya asmara yang dikemas dalam bahasa Jawa. Salah satu momen yang semakin mengereknya ke pentas musik nasional adalah meledaknya lagu “Stasiun Balapan” di akhir ’90-an.

Kini, seiring viralnya Didi Kempot, banyak orang mulai mendengarkan karya-karyanya lagi. Jadwal manggung Didi juga bertambah padat. Salah satunya adalah Konser Ambyar yang diselenggarakan Rumah Blogger Indonesia di The Sunan Hotel Solo, 19 September 2019 mendatang.

(Foto: Didi Kempot Official)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...

SIPA 2026 Tegaskan Posisi sebagai Festival Seni Internasional melalui Semangat “Kinetic Kinship: Beyond Boundaries”

SURAKARTA – Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menggelar jumpa pers di...

Solo International Performing Arts 2026 Tegaskan Surakarta sebagai Kota Budaya Dunia

Surakarta (09/09/2026) – Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali hadir dengan semangat baru,...

More like this

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...