Monday, September 21, 2026
HomeSeni dan BudayaMengekang Hawa Nafsu Lewat Tapa Bisu

Mengekang Hawa Nafsu Lewat Tapa Bisu

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Menyambut 1 Sura atau 1 Muharam, Puro Mangkunegaran menggelar Kirab Pusaka Dalem. Kirab diikuti keluarga Mangkunegaran, kerabat, abdi dalem, dan beberapa tamu penting. Tahun ini, kirab diadakan pada Sabtu (31/8/2019).

Ada empat pusaka berupa tombak dan sebuah joli yang dikirab. Kirab dimulai dari dalam Puro Mangkunegaran kemudian melewati Ronggowarsito-Jl. Kartini-Jl. RM Said-Jl. Teuku Umar dan kembali ke Puro Mangkunegaran. Selama acara itu berlangsung, semua peserta kirab berjalan tanpa menggunakan alas kaki dan tanpa berbicara atau tapa bisu.

Sebelum kirab dimulai, semua peserta kirab berkumpul di Pendapa Puro Mangkunegaran. Setelah mendapatkan izin dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegoro IX, kirab pun dilakukan.

Saat kirab berlangsung, yang bertugas sebagai cucuk lampah adalah putra KGPAA Mangkunegara IX, GPH Bhre Cakrahutama Wira Sudjiwo. Lalu, diikuti tamu penting, keluarga, dan para abdi dalem Mangkunegaran.

Semua peserta mengenakan setelan beskap dan kain jarit (laki-laki) serta kebaya hitam dan kain jarit (perempuan), tak lupa pula mengenakan samir warna kuning-hijau. Di antara rombongan kirab tampak tokoh-tokoh nasional, seperti Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar (Cak Imin), mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan anggota DPR RI Aria Bima.

Menurut Sekretaris II Kirab Pusaka Dalem sekaligus Humas Puro Mangkunegaran Joko Pramudya, tradisi kirab pusaka dan tapa bisu merupakan wujud perenungan sekaligus simbol keprihatinan dan refleksi diri terhadap segala perilaku atau perbuatan selama setahun terakhir.



“Kirab dibudayakan untuk prihatin, berdoa, tapa bisu, Itu cerminan mengekang hawa nafus juga sebagai sarana instropeksi masa lampau. Di tahun baru ini, semoga ke depannya bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Selain kirab, di Masjid Al Wustho Mangkunegaran juga dilakukan tadarus Al Quran sebagai tanda bahwa adat istiadat dan agama dapat berjalan seiring sejalan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

More like this

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...