Wednesday, September 30, 2026
HomeSeni dan BudayaWarna-warni Lima Ribu Penari Jaranan Meriahkan Hari Tari Dunia

Warna-warni Lima Ribu Penari Jaranan Meriahkan Hari Tari Dunia

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Ribuan murid SD/SMP se-Kota Solo menari Jaranan secara massal di Stadion Sriwedari, Senin (29/4/2019), dalam Solo Menari 2019. Pemerintah Kota Surakarta mengadakan acara ini untuk memeriahkan Hari Tari Dunia, yang diperingati setiap 29 April.

Mulai pukul 15.45 WIB, para penari memasuki lapangan. Mereka menggunakan kostum warna-warni. Kostum berwarna kuning berada di sisi utara, kostum hijau di sisi selatan, kostum merah berada di barisan paling depan, dan kostum hitam di bagian belakang.

Solo Menari 2019 dibuka dengan tarian Kuda-Kuda karya S. Marini yang ditarikan oleh 50 penari putra. Setelah itu tarian Jaranan oleh 5.000 penari putra dan putri pun dimulai. Mereka tampak lihai dan bersemangat mengikuti gerakan instruktur yang memandu dari atas panggung.

Uniknya, para penari jaranan membentuk tiga formasi berbeda, yaitu peta Indonesia, tulisan Solo Kota Budaya, dan Hari Tari Dunia 2019. Formasi apik ini akan terbaca bila dilihat dari atas.

Tari massal ini berhasil dicatatkan dalam buku rekor LEPRID (Lembaga Prestasi Indonesia Dunia) dengan kategori “Pagelaran Tari Jaranan Kolosal dengan Peserta Terbanyak”. Pemberian piagam diserahkan langsung oleh Ketua Umum LEPRID Paulus Pangka kepada Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo.

Rudy (sapaan F.X. Hadi Rudyatmo) yang membuka event ini menyampaikan bahwa tari Jaranan punya filosofi yang bisa dicontoh anak-anak. “Kuda itu mempunyai tenaga kuat dan semangat besar. Mempunyai pandangan ke depan serta tidak tolah-toleh, harapannya anak-anak bisa mempunyai karakter yang sama ketika menjadi seorang pemimpin,” ujarnya.



Kepala Dinas Kebudayaan Surakarta Kinkin Sultanul Hakim mengatakan tujuan diadakannya Solo Menari untuk mengembangkan ekonomi kreatif dan budaya tari, serta sarana untuk menumbuhkan rasa cinta Tanah Air.

Tari Jaranan adalah kesenian tradisional yang dimainkan dengan cara menaiki kuda tiruan atau jaran kepang. Tari Jaranan yang ditampilkan di Solo Menari 2019 diciptakan oleh S. Pamardi, dosen tari Institut Seni Indonesia Surakarta.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

More like this

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...