Tuesday, September 15, 2026
HomeSeni dan BudayaSelain Punya Rasa Khas, Jenang Juga Menyimpan Filosofi

Selain Punya Rasa Khas, Jenang Juga Menyimpan Filosofi

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Bagi wong Solo, jenang bukanlah kuliner yang asing. Bahkan, dalam tradisi Jawa, makanan berbahan tepung beras atau tepung ketan itu selalu ada di setiap momen-momen kehidupan manusia.

Enggak cuma punya rasa yang khas, ternyata jenang juga menyimpan filosofi. Konon, jenang merupakan simbol doa dan ucapan rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Di Kota Solo, banyak varian jenang yang bisa ditemui. Masing-masing ragamnya memiliki filosofi tersendiri. Berikut adalah tiga di antaranya.

1. Jenang Sumsum

Jenang berwarna putih ini dibikin dari tepung beras. Saat disajikan, jenang diguyur dengan kuah manis.

Jenang sumsum kerap dihadirkan di acara pernikahan. Maknanya supaya pengantin dan seluruh panitia yang terlibat diberi kesehatan, berkah, dan kekuatan. Kekuatan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memupuk nilai-nilai kebaikan.

2. Jenang Abang Putih

Jenang yang kerap disebut juga dengan jenang sengkolo ini dibuat dari beras ketan putih, gula merah, gula pasir, dan santan. Jenang abang putih adalah simbol keberadaan manusia di dunia.

Jenang abang (merah) melambangkan lelaki dan jenang putih melambangkan perempuan. Adanya jenang sengkolo di setiap ritual menjadi pengingat manusia, bahwa di dalam dunia terisi oleh dua esensi maskulin dan feminim.

3. Jenang Grendul

Jenang grendul mirip bubur candil. Jenang ini dibuat dari bahan tepung ketan, tepung tapioka yang disiram kuah santan. Jenang grendul rasanya legit dan manis.

Jenang ini mempunyai makna bahwa kehidupan itu seperti cakra manggilingan, yakni roda yang berputar kadang berada di atas kadang di bawah. Artinya, hidup itu ada naik dan turun. Untuk itu, manusia dituntut untuk menemukan kestabilan dalam hidup.



Tiga jenang tradisional tersebut sepertinya bakal disajikan di Semarak Jenang Sala. Selain itu, kamu juga bisa mencicipi bermacam jenang gratis. Ada 28.400 takir yang bakal dibagikan gratis untuk masyarakat.

Acara tersebut berlangsung di Plaza Sriwedari, Minggu (17/2/2019), mulai jam 09.00 WIB. Event bertema “Pesona Jenang Majemukan” itu merupakan rangkaian perayaan HUT ke-274 Kota Solo.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...

SIPA 2026 Tegaskan Posisi sebagai Festival Seni Internasional melalui Semangat “Kinetic Kinship: Beyond Boundaries”

SURAKARTA – Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menggelar jumpa pers di...

More like this

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...

SIPA 2026 Tegaskan Posisi sebagai Festival Seni Internasional melalui Semangat “Kinetic Kinship: Beyond Boundaries”

SURAKARTA – Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menggelar jumpa pers di...