Monday, September 7, 2026
HomeSeni dan BudayaSelain Punya Rasa Khas, Jenang Juga Menyimpan Filosofi

Selain Punya Rasa Khas, Jenang Juga Menyimpan Filosofi

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Bagi wong Solo, jenang bukanlah kuliner yang asing. Bahkan, dalam tradisi Jawa, makanan berbahan tepung beras atau tepung ketan itu selalu ada di setiap momen-momen kehidupan manusia.

Enggak cuma punya rasa yang khas, ternyata jenang juga menyimpan filosofi. Konon, jenang merupakan simbol doa dan ucapan rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Di Kota Solo, banyak varian jenang yang bisa ditemui. Masing-masing ragamnya memiliki filosofi tersendiri. Berikut adalah tiga di antaranya.

1. Jenang Sumsum

Jenang berwarna putih ini dibikin dari tepung beras. Saat disajikan, jenang diguyur dengan kuah manis.

Jenang sumsum kerap dihadirkan di acara pernikahan. Maknanya supaya pengantin dan seluruh panitia yang terlibat diberi kesehatan, berkah, dan kekuatan. Kekuatan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memupuk nilai-nilai kebaikan.

2. Jenang Abang Putih

Jenang yang kerap disebut juga dengan jenang sengkolo ini dibuat dari beras ketan putih, gula merah, gula pasir, dan santan. Jenang abang putih adalah simbol keberadaan manusia di dunia.

Jenang abang (merah) melambangkan lelaki dan jenang putih melambangkan perempuan. Adanya jenang sengkolo di setiap ritual menjadi pengingat manusia, bahwa di dalam dunia terisi oleh dua esensi maskulin dan feminim.

3. Jenang Grendul

Jenang grendul mirip bubur candil. Jenang ini dibuat dari bahan tepung ketan, tepung tapioka yang disiram kuah santan. Jenang grendul rasanya legit dan manis.

Jenang ini mempunyai makna bahwa kehidupan itu seperti cakra manggilingan, yakni roda yang berputar kadang berada di atas kadang di bawah. Artinya, hidup itu ada naik dan turun. Untuk itu, manusia dituntut untuk menemukan kestabilan dalam hidup.



Tiga jenang tradisional tersebut sepertinya bakal disajikan di Semarak Jenang Sala. Selain itu, kamu juga bisa mencicipi bermacam jenang gratis. Ada 28.400 takir yang bakal dibagikan gratis untuk masyarakat.

Acara tersebut berlangsung di Plaza Sriwedari, Minggu (17/2/2019), mulai jam 09.00 WIB. Event bertema “Pesona Jenang Majemukan” itu merupakan rangkaian perayaan HUT ke-274 Kota Solo.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Satu Dekade Dayskomvis! Intip Pameran Desain ‘Interplay Visual Noise’ di Gedung Djoeang 45

Soloevent.id - Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) telah sukses menggelar acara Dayskomvis...

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

More like this

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

Eksplorasi Peran Perempuan Keraton: Retno Sulistyorini Pentaskan KEPUTREN di TBJT

Soloevent.id - Retno Sulistyorini sukses menampilkan karya terbarunya yang berjudul KEPUTREN di Teater Arena...

Ketika Seni Turun ke Jalan : Pre-Event 2 SIPA 2026 Guncang Koridor Gatsu

Surakarta, 22 Agustus 2026 — Menjelang gelaran utama Solo International Performing Arts (SIPA) 2026,...