Tuesday, September 22, 2026
HomeSeni dan BudayaKarnaval Grebeg Sudiro 2019, Merawat Kebinekaan di Tengah Hujan

Karnaval Grebeg Sudiro 2019, Merawat Kebinekaan di Tengah Hujan

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – The show must go on. Kalimat itu sepertinya dipegang erat oleh panitia dan peserta Karnaval Budaya Grebeg Sudiro 2019. Meski hujan turun cukup deras, tapi itu bukan jadi halangan. Malahan, dalam kondisi basah kuyup, peserta karnaval tetap merekahkan senyum demi menghibur penonton yang masih setia bertahan.

Sekitar satu jam sebelum hujan turun, Karnaval Budaya Grebeg Sudiro 2019 dimulai dengan prosesi pemberkatan terhadap jodang-jodang yang akan diarak dan liong-barongsai yang bakal beratraksi. Prosesi dilakukan di depan Kelenteng Tien Kok Sie.

Jelang karnaval dimulai, penonton dihibur atraksi kelompok liong-barongsai Macan Putih Sudiro. Karnaval Budaya Grebeg Sudiro 2019 diberangkatkan oleh Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo pukul 14.00. Pasukan Pengibar Bendera berada di barisan depan, lalu disusul pembawa Garuda Pancasila. Baru 20 menit berjalan, hujan membasahi Pasar Gede yang jadi tempat start dan finish karnaval.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, event budaya yang digelar untuk memeriahkan Tahun Baru Imlek ini masih mengusung spirit Kebinekaan. Kali ini, ada 54 grup/komunitas yang berpartisipasi. Ada yang berdandan seperti Biksu Tom Sam Chong, Sun Go Kong, Srikandi, warok, dan lain-lain. Pertunjukannya pun beragam, misalnya barongsai, batik carnival, barong Bali, dan banyak lagi.

Yang khas dari karnaval ini adalah diaraknya jodang-jodang berisi kue keranjang. Tahun ini, jodang utama berbentuk Stasiun Jebres dan Pagoda Tian Ti. Selain itu dikirab juga kuliner-kuliner khas Kelurahan Sudiroprajan, antara lain bakpao, jamu, janggelut, dan gembukan.

Sehabis dikirab, kuliner-kuliner tersebut direbutkan warga di depan Tugu Jam Pasar Gede. Panitia juga menyebar 4.000 kue keranjang dari lantai 2 Pasar Gede gedung barat.



Ketua Panitia Grebeg Sudiro 2019, Angga Indrawan, menjelaskan karnaval ini merupakan salah satu rangkaian dari Grebeg Sudiro. “Ada delapan kegiatan yang berlangsung. Acara ini berusaha membawa manfaat dalam bidang wisata, ekonomi, dan apresiasi budaya,” terangnya.

Saat memberikan sambutan, Rudy (sapaan F.X. Hadi Rudyatmo) mengatakan karnaval ini merupakan wujud merawat kemajemukan di Kota Solo.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

More like this

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...