Friday, January 23, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaKarnaval Grebeg Sudiro 2019, Merawat Kebinekaan di Tengah Hujan

Karnaval Grebeg Sudiro 2019, Merawat Kebinekaan di Tengah Hujan

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – The show must go on. Kalimat itu sepertinya dipegang erat oleh panitia dan peserta Karnaval Budaya Grebeg Sudiro 2019. Meski hujan turun cukup deras, tapi itu bukan jadi halangan. Malahan, dalam kondisi basah kuyup, peserta karnaval tetap merekahkan senyum demi menghibur penonton yang masih setia bertahan.

Sekitar satu jam sebelum hujan turun, Karnaval Budaya Grebeg Sudiro 2019 dimulai dengan prosesi pemberkatan terhadap jodang-jodang yang akan diarak dan liong-barongsai yang bakal beratraksi. Prosesi dilakukan di depan Kelenteng Tien Kok Sie.

Jelang karnaval dimulai, penonton dihibur atraksi kelompok liong-barongsai Macan Putih Sudiro. Karnaval Budaya Grebeg Sudiro 2019 diberangkatkan oleh Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo pukul 14.00. Pasukan Pengibar Bendera berada di barisan depan, lalu disusul pembawa Garuda Pancasila. Baru 20 menit berjalan, hujan membasahi Pasar Gede yang jadi tempat start dan finish karnaval.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, event budaya yang digelar untuk memeriahkan Tahun Baru Imlek ini masih mengusung spirit Kebinekaan. Kali ini, ada 54 grup/komunitas yang berpartisipasi. Ada yang berdandan seperti Biksu Tom Sam Chong, Sun Go Kong, Srikandi, warok, dan lain-lain. Pertunjukannya pun beragam, misalnya barongsai, batik carnival, barong Bali, dan banyak lagi.

Yang khas dari karnaval ini adalah diaraknya jodang-jodang berisi kue keranjang. Tahun ini, jodang utama berbentuk Stasiun Jebres dan Pagoda Tian Ti. Selain itu dikirab juga kuliner-kuliner khas Kelurahan Sudiroprajan, antara lain bakpao, jamu, janggelut, dan gembukan.

Sehabis dikirab, kuliner-kuliner tersebut direbutkan warga di depan Tugu Jam Pasar Gede. Panitia juga menyebar 4.000 kue keranjang dari lantai 2 Pasar Gede gedung barat.



Ketua Panitia Grebeg Sudiro 2019, Angga Indrawan, menjelaskan karnaval ini merupakan salah satu rangkaian dari Grebeg Sudiro. “Ada delapan kegiatan yang berlangsung. Acara ini berusaha membawa manfaat dalam bidang wisata, ekonomi, dan apresiasi budaya,” terangnya.

Saat memberikan sambutan, Rudy (sapaan F.X. Hadi Rudyatmo) mengatakan karnaval ini merupakan wujud merawat kemajemukan di Kota Solo.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...