Wednesday, May 27, 2026
HomeBisnisKuliner Esktrem Berkhasiat, Berani Coba?

Kuliner Esktrem Berkhasiat, Berani Coba?

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Di Hartono Mall Solo Baru sedang ada Festival Sate #2. Mulai 11-14 Januari 2019, kamu bisa mencicipi bermacam jenis sate, misalnya sate kere, sate ponorogo, sate padang, sate taichan, dan banyak lagi.

Selain sate-sate “wajar”, di event itu ada juga sate-sate ekstrem. Salah satunya adalah sate kobra. Katanya sate ini berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit asma, menghaluskan kulit, meningkatkan metabolisme tubuh, hingga meningkatkan vitalitas.

Penjual sate kobra, Danang, mengatakan, ular-ular tersebut diambil dari alam liar. “Kami pesan ke pengepul ular liar. Ini bukan peliharaan atau yang dikembangbiakkan karena khasiatnya akan berbeda,” jelas Danang kepada Soloevent, Jumat (11/1/2019).

Proses memasaknya pun hampir sama seperti memasak daging pada umumnya. Namun, biar daging kobra lebih kenyal dan bau amisnya hilang, daging wajib diberi perasan nanas.

Bagian lain dari ular kobra juga bisa dimanfaatkan sebagai obat. Contohnya empedu diproses untuk dijadikan minyak gosok, sedangkan hati bisa dibikin kapsul dan ramuan. Semua aman dikonsumsi dengan jumlah tertentu.

Selain sate kobra, stan milik Danang juga menyediakan sate bulus. Kata Danang, masyarakat Solo belum terlalu familiar dengan menu-menu esktrem ini. Justru orang-orang luar kotalah yang kerap memesan sate kobra untuk obat alternatif.

Satu porsi sate kobra dijual seharga Rp35 ribu, sate bulus Rp40 ribu, minyak kobra Rp15 ribu per botol, minyak bulus Rp25 ribu/botol, kapsul kobra Rp100ribu/botol, ramuan kobra Rp100 ribu per paket.



Kuliner enggak lazim lainnya yang bisa kamu temui di Festival Sate #2 adalah sate kuda. Konon, daging kuda bisa meredakan pegal-pegal, mengobati asam urat dan diabetes, menstabilkan kadar kolesterol, mengobati penyakit gatal-gatal, meningkatkan vitalitas, serta mengatasi epilepsi.

Dengan Rp35 ribu per porsi, kamu bisa merasakan sate kuda. Penjual sate kuda, Siti, menerangkan kalau daging-daging kuda tersebut diambil dari Yogyakarta. “Kami hanya memasaknya saja menjadi beberapa menu masakan seperti nasi goreng, sate, tengkleng dan tonseng,” tuturnya.

Selain yang di atas, masih ada menu-menu ekstrem lainnya yang dijajakan di Festival Sate #2, seperti sate landak dan sate bulus. Hhhmmm, berani coba?

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Bank Indonesia Solo Gelar ADIKARYA FEST 2026: Perkuat Sistem Digitalisasi dan UMKM di Solo Raya

Soloevent.id - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo kembali menggelar acara ADIKARYA FEST 2026 pada...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...

More like this

Bank Indonesia Solo Gelar ADIKARYA FEST 2026: Perkuat Sistem Digitalisasi dan UMKM di Solo Raya

Soloevent.id - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo kembali menggelar acara ADIKARYA FEST 2026 pada...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...