Saturday, September 19, 2026
HomePameranMelihat Lebih Dekat Karya Seni Cukil Kayu

Melihat Lebih Dekat Karya Seni Cukil Kayu

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Mengangkat tema “Ke Mana Harga Diri”, kumpulan karya Muhlis Lugis dipamerkan di Bentara Budaya Balai Soedjatmoko Solo pada 13-20 April 2018.

Muhlis Lugis menerapkan teknik yang saat ini jarang dilakukan oleh seniman muda Indonesia, khususnya dalam arus utama kontemporer art. Alih-alih memadukan beragam medium, Muhlis setia dengan teknik woodcut atau cukil kayu, sebuah teknik kuno yang sempat populer di medan seni rupa Indonesia pada akhir 1940-an.

Pameran ini menampilkan 30 karya cukil kayunya yang kaya akan detail, kelam, dan peka dalam menafsirkan hiruk pikuk manusia global. Muhlis terlihat sangat teliti mengarahkan pisau cukil untuk membuat lekuk kontur, kualitas barik, nuansa gelap terang pada ragam objek yang disuguhkan.

Teknik cukil kayu merupakan teknik cetak tertua dalam seni grafis yang ditemukan oleh bangsa Tiongkok pada abad I Masehi. Prinsip cetaknya sederhana, bagian pada permukaan kayu yang tidak ingin dicetak, dikikis atau dicukil sehingga bagian yang mencetak menyerupai relief yang kedudukannya paling tinggi dibanding bagian yang tidak dicetakkan.

Tinta kemudian dibaurkan pada permukaan yang paling tinggi, kemudian dipindahkan ke atas kertas dengan menggosok bagian sisi belakang kertas sehingga gambar pada relief berpindah ke atas kertas.

Lewat karyanya yang dominan hitam putih, Muhlis yang merupakan orang Bugis, menafsir tema lewat sudut pandang budaya daerahnya. Di mana kesempurnaan manusia dalam pandangan hidup orang Bugis adalah apabila mereka memiliki siri, yaitu rasa malu dan harga diri. Tidak adanya rasa malu akan menghasilkan korupsi, pencurian, dan perilaku destruktif lainnya.

Muhlis Lugis adalah Juara III Kompetisi Internasional Trienal Seni Grafis Indonesia V 2015 yang digelar oleh Bentara Budaya.



Kompetisi Trienal Seni Grafis diselenggarakan oleh Bentara Budaya sejak tahun 2003, sebagai upaya untuk terus menggalakkan seni grafis konvensional di Indonesia. Kompetisi Trienal Seni Grafis 2015 dibuat berskala internasional dan diikuti oleh 21 negara.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...

More like this

Satu Dekade Dayskomvis! Intip Pameran Desain ‘Interplay Visual Noise’ di Gedung Djoeang 45

Soloevent.id - Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) telah sukses menggelar acara Dayskomvis...

Melihat Replika Kapal Jung Jawa di Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 Ndalem Djojokoesoeman.

Soloevent.id - Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 digelar di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman,...

Surga Anggrek Nusantara! Solo Anggrek Festival 2026 Hadir di Loji Gandrung

Soloevent.id - Solo Anggrek Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di Kota Solo pada...