Monday, July 20, 2026
HomePameranMelihat Lebih Dekat Karya Seni Cukil Kayu

Melihat Lebih Dekat Karya Seni Cukil Kayu

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Mengangkat tema “Ke Mana Harga Diri”, kumpulan karya Muhlis Lugis dipamerkan di Bentara Budaya Balai Soedjatmoko Solo pada 13-20 April 2018.

Muhlis Lugis menerapkan teknik yang saat ini jarang dilakukan oleh seniman muda Indonesia, khususnya dalam arus utama kontemporer art. Alih-alih memadukan beragam medium, Muhlis setia dengan teknik woodcut atau cukil kayu, sebuah teknik kuno yang sempat populer di medan seni rupa Indonesia pada akhir 1940-an.

Pameran ini menampilkan 30 karya cukil kayunya yang kaya akan detail, kelam, dan peka dalam menafsirkan hiruk pikuk manusia global. Muhlis terlihat sangat teliti mengarahkan pisau cukil untuk membuat lekuk kontur, kualitas barik, nuansa gelap terang pada ragam objek yang disuguhkan.

Teknik cukil kayu merupakan teknik cetak tertua dalam seni grafis yang ditemukan oleh bangsa Tiongkok pada abad I Masehi. Prinsip cetaknya sederhana, bagian pada permukaan kayu yang tidak ingin dicetak, dikikis atau dicukil sehingga bagian yang mencetak menyerupai relief yang kedudukannya paling tinggi dibanding bagian yang tidak dicetakkan.

Tinta kemudian dibaurkan pada permukaan yang paling tinggi, kemudian dipindahkan ke atas kertas dengan menggosok bagian sisi belakang kertas sehingga gambar pada relief berpindah ke atas kertas.

Lewat karyanya yang dominan hitam putih, Muhlis yang merupakan orang Bugis, menafsir tema lewat sudut pandang budaya daerahnya. Di mana kesempurnaan manusia dalam pandangan hidup orang Bugis adalah apabila mereka memiliki siri, yaitu rasa malu dan harga diri. Tidak adanya rasa malu akan menghasilkan korupsi, pencurian, dan perilaku destruktif lainnya.

Muhlis Lugis adalah Juara III Kompetisi Internasional Trienal Seni Grafis Indonesia V 2015 yang digelar oleh Bentara Budaya.



Kompetisi Trienal Seni Grafis diselenggarakan oleh Bentara Budaya sejak tahun 2003, sebagai upaya untuk terus menggalakkan seni grafis konvensional di Indonesia. Kompetisi Trienal Seni Grafis 2015 dibuat berskala internasional dan diikuti oleh 21 negara.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Surakusuma: Memaknai Bulan Sura Melalui Tiga Laku Waktu

Dalam menyambut Bulan Sura, Mangkunegaran menghadirkan Surakusuma, sebuah instalasi yang mengajak masyarakat memaknai pergantian...

Keroncong Majestic! Solo Keroncong Festival 2026 Siap Digelar di Alun-Alun Utara

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 sebagai event budaya tahunan yang mengukuhkan Kota...

Pitoelas : Pitulungan lan Welas! Kemegahan Solo Batik Carnival ke-17 Mengguncang Solo

Soloevent.id - Kota Solo kembali menggelar acara Solo Batik Carnival (SBC) pada Sabtu (11/7/2026)....

More like this

K-Pop & J-Fest Jadi Satu di SEOKYO FEST 2026 Garapan Anak HI Unisri

Soloevent.id - Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMHI) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo sukses menggelar...

Gaya Hidup Sehat Modern : Intip Serunya Solo Wellness Tourism Expo 2026

Soloevent.id - Program studi D3 Pariwisata di Universitas Sebelas Maret (UNS) atau dikenal sebagai...

Event Pasar-Pasaran Hello Market Hadirkan Nuansa Tradisi Bali di Taman Balekambang Solo

Soloevent.id - Event Pasar-Pasaran Hello Market kembali digelar, Jumat-Minggu (10-12/4/2026) di Taman Balekambang Solo....