Wednesday, April 15, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaTaman Sriwedari Meniti Zaman

Taman Sriwedari Meniti Zaman

Published on

- Advertisement -spot_img

THR-SRIWEDARI-01

 

Soloevent.id – Keceriaan yang tersisa di THR Sriwedari tinggal menghitung hari. Desember 2017 mendatang, taman hiburan yang telah beroperasi selama 32 tahun itu bakal berhenti beroperasi karena masa kontrak lahan telah habis, ditambah lagi Pemerintah Kota Solo bakalan menata kawasan Sriwedari.

 

Kalau berbicara soal THR Sriwedari pasti banyak kenangan yang tercipta di tempat itu. Mulai dari senyum bahagia di wahana permainan, berjoget bareng musisi idola di panggung hiburan, atau bisa jadi menertawakan ketidakberuntungan di arena games ketangkasan.

 

Ya, sepertinya kebahagiaan tak pernah lupa singgah di Sriwedari. Ketika awal dulu dibangun oleh Raja Keraton Surakarta Pakubuwono X, Sriwedari difungsikan sebagai taman rekreasi. Dibangun pada 1899, Sriwedari pada masa lampau dikenal dengan sebutan Bon Rojo yang berarti Taman Raja.

 

Awalnya, Bon Rojo berfungsi sebagai taman kota. Baru pada 1901, Pakubuwono X menjadikannya taman rekreasi bagi keluarga keraton dan di kemudian hari dibuka untuk masyarakat umum.

 

THR-SRIWEDARI-03

 

Jika kamu pernah mengunjungi Taman Sriwedari, ada satu tempat yang bisa dibilang sangat ikonik, yakni pulau di tengah telaga. Tempat itu berada di sisi timur Taman Sriwedari. Pulau tersebut tidak berdiri secara alami, melainkan dibentuk dari timbunan tanah.

 

Pulau tersebut dikelilingi kolam besar yang disebut Segaran, dalam bahasa Indonesia berarti lautan. Namun, kini air kolam itu sudah mengering, pun dengan pulaunya yang tampak berantakan. Padahal dulu di kolam tersebut mengambang bunga-bunga teratai indah dan unggas air berenang ke sana ke mari.

 

Dahulu, di sekitar situ juga menjadi semacam kebun binatang mini yang menyemarakkan Taman Sriwedari. Hewan-hewan itu adalah koleksi Pakubuwono X.

 

Karena difungsikan sebagai tempat hiburan, Taman Sriwedari juga terdapat bioskop dan gedung wayang orang. Gedung Wayang Orang Sriwedari yang dibangun pada 1911 itu juga atas prakarsa Pakubuwono X. Dari tempat itulah lahir kelompok Wayang Orang Sriwedari yang melegenda.

 

Di tahun-tahun setelahnya, kawasan Taman Sriwedari berdiri bangunan-bangunan baru yang bersejarah. Di antaranya adalah Stadion Sriwedari yang menjadi tempat perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama pada 1948 dan Museum Radyapustaka yang merupakan museum tertua di Indonesia.

 

 

Penulis: Reza Kurnia Darmawan

Foto: dokumentasi Soloevent, Wikipedia

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Rayakan Anniversary QModels Gelar Runway show Arabian Night di Neo Solo Grand Mall

Soloevent.id - QModels Agency menggelar acara bertajuk Runway Show Arabian Night, Sabtu (11/4/2026) di...

Event Pasar-Pasaran Hello Market Hadirkan Nuansa Tradisi Bali di Taman Balekambang Solo

Soloevent.id - Event Pasar-Pasaran Hello Market kembali digelar, Jumat-Minggu (10-12/4/2026) di Taman Balekambang Solo....

Mangkunegaran X: Rute Lari Mangkunegaran Run Sudah Disertifikasi Badan Atletik Dunia

Jakarta, 12 April 2026 - Mangkunegaran Run 2026 akan kembali digelar di Solo, Jawa...

More like this

UNI PARJO, Peresmian Ikon Baru Akulturasi Budaya Minang dan Jawa di Pasar Jongke

Soloevent.id - Sebuah perhelatan budaya dan kuliner bertajuk UNI PARJO (Urang Minang Pasar Jongke)...

Event Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya Jawa Tengah

Soloevent.id - Perayaan Event Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar di Pendopo Wisma Seni...

Bakdan Ing Sala 2026: Alasan Kenapa Mudik ke Solo Selalu Bikin Kangen!

Soloevent.id - Liburan lebaran di Kota Solo tahun ini lebih seru dan meriah. Ada...