Monday, May 25, 2026
HomeSeni dan BudayaTaman Sriwedari Meniti Zaman

Taman Sriwedari Meniti Zaman

Published on

- Advertisement -spot_img

THR-SRIWEDARI-01

 

Soloevent.id – Keceriaan yang tersisa di THR Sriwedari tinggal menghitung hari. Desember 2017 mendatang, taman hiburan yang telah beroperasi selama 32 tahun itu bakal berhenti beroperasi karena masa kontrak lahan telah habis, ditambah lagi Pemerintah Kota Solo bakalan menata kawasan Sriwedari.

 

Kalau berbicara soal THR Sriwedari pasti banyak kenangan yang tercipta di tempat itu. Mulai dari senyum bahagia di wahana permainan, berjoget bareng musisi idola di panggung hiburan, atau bisa jadi menertawakan ketidakberuntungan di arena games ketangkasan.

 

Ya, sepertinya kebahagiaan tak pernah lupa singgah di Sriwedari. Ketika awal dulu dibangun oleh Raja Keraton Surakarta Pakubuwono X, Sriwedari difungsikan sebagai taman rekreasi. Dibangun pada 1899, Sriwedari pada masa lampau dikenal dengan sebutan Bon Rojo yang berarti Taman Raja.

 

Awalnya, Bon Rojo berfungsi sebagai taman kota. Baru pada 1901, Pakubuwono X menjadikannya taman rekreasi bagi keluarga keraton dan di kemudian hari dibuka untuk masyarakat umum.

 

THR-SRIWEDARI-03

 

Jika kamu pernah mengunjungi Taman Sriwedari, ada satu tempat yang bisa dibilang sangat ikonik, yakni pulau di tengah telaga. Tempat itu berada di sisi timur Taman Sriwedari. Pulau tersebut tidak berdiri secara alami, melainkan dibentuk dari timbunan tanah.

 

Pulau tersebut dikelilingi kolam besar yang disebut Segaran, dalam bahasa Indonesia berarti lautan. Namun, kini air kolam itu sudah mengering, pun dengan pulaunya yang tampak berantakan. Padahal dulu di kolam tersebut mengambang bunga-bunga teratai indah dan unggas air berenang ke sana ke mari.

 

Dahulu, di sekitar situ juga menjadi semacam kebun binatang mini yang menyemarakkan Taman Sriwedari. Hewan-hewan itu adalah koleksi Pakubuwono X.

 

Karena difungsikan sebagai tempat hiburan, Taman Sriwedari juga terdapat bioskop dan gedung wayang orang. Gedung Wayang Orang Sriwedari yang dibangun pada 1911 itu juga atas prakarsa Pakubuwono X. Dari tempat itulah lahir kelompok Wayang Orang Sriwedari yang melegenda.

 

Di tahun-tahun setelahnya, kawasan Taman Sriwedari berdiri bangunan-bangunan baru yang bersejarah. Di antaranya adalah Stadion Sriwedari yang menjadi tempat perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama pada 1948 dan Museum Radyapustaka yang merupakan museum tertua di Indonesia.

 

 

Penulis: Reza Kurnia Darmawan

Foto: dokumentasi Soloevent, Wikipedia

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...

Meski Balon Udara Gagal Terbang, Warga Tetap Padati Alun-Alun Utara Solo

Soloevent.id - Belasan balon udara yang disiapkan manajemen Bank Jateng Syariah Cabang Solo dalam...

Dari Kuliner Viral sampai Guyon Waton, Ini Keseruan Uleg Bazar Kuliner 2026 di Mangkunegaran

Soloevent.id - Uleg Bazar Kuliner (UBK) 2026 digelar pada 14 hingga 17 Mei 2026...

More like this

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...

Pre-Event Solo Batik Carnival ke-17 Kenalkan Tema “Pitoelas” di The Park Mall Solo Baru

Soloevent.id - Pre-Event Pertama Solo Batik Carnival ke-17 digelar di Atrium The Park Mall...

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...