Friday, August 7, 2026
HomeSeni dan BudayaReog: Kesenian Yang Perkasa

Reog: Kesenian Yang Perkasa

Published on

- Advertisement -spot_img

REOG-PONOROGO-01

 

Soloevent.id – Tahun ini, Festival Semarak Singo Barong kembali digelar di Kota Solo . Bagi yang balum tahu, singo barong (singa raksasa) adalah tokoh utama dalam kesenian barongan atau yang lebih dikenal dengan sebutan reog. Kalau kamu masih menerka reog itu seperti apa, ulasan singkat di bawah ini jangan sampai terlewat, ya.

 

Reog adalah kesenian yang mempertontonkan keperkasaan pembarong dalam mengangkat dadak merak, yang berbentuk kepala harimau dan dihiasi helai bulu-bulu burung merak. Tingginya sekitar dua meter, beratnya pun tidak tanggung-tanggung, bisa menacapai 50 kilogram! Mereka harus menahan dengan kekuatan gigitan gigi selama pertunjukan berlangsung.

 

REOG-PONOROGO-01

 

Ada yang bilang, kekuatan gaib sering dipakai pembarong untuk menambah kekuatan ekstra. Salah satunya dengan memakai susuk di lehernya. Namun, benar tidaknya dikembalikan ke kepercayaan masing-masing. Yang jelas para pembarong harus menjalani latihan dulu. Jadi, kalau kamu belum terlatih, jangan sekali-kali deh mencobanya.

 

Saat pertunjukan berlangsung, para penari diiringi musik rancak. Instrumennya meliputi kempul, ketuk, kenong, genggam, kendang, angklung, dan salompret yang menyuarakan nada slendro dan pelog. Atmosfer musiknya sangat unik dan membangkitkan semangat.

 

Satu grup reog biasanya terdiri dari warok, penari jatilan, Bujangganong, Klana Sewandana, dan barongan. Totalnya berkisar 20 hingga 30-an orang. Tapi peran utamanya tetap berada pada warok dan pembarongnya.

 

REOG-PONOROGO-03

 

Jika dulu reog sarat dengan unsur mistis, sekarang persepsi tersebut semakin ditinggalkan dan lebih mengedepankan unsur estetika seni panggung dan gerakan-gerakan koreografis. Kini reog Ponorogo menjadi sangat terbuka dengan perubahan ragam geraknya. Terdapat alur cerita, dan ada urutan siapa yang tampil lebih dulu. Saat salah satu tokoh beraksi, unsur lain ikut bergerak atau menari meski tidak menonjol.

 

Dahulu, kesenian reog berkembang di Jawa Timur. Akan tetapi sekarang hampir tiap daerah punya kelompok kesenian reog. Seiring waktu berjalan, kesenian reog pun dilombakan. Festival Semarak Singo Barong adalah salah satu contohnya.

 

 

Teks: Yasinta Rahmawati

Foto: dokumentasi Soloevent

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Korea Tourism Organization Perkuat Kerja Sama denganIndustri Pariwisata melalui Korea Tourism Seminar Solo 2026

Solo, 6 Agustus 2026 – Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta kembali memperkuat promosi pariwisata...

Resmi Diumumkan! “Gondrong” Gunarto Terpilih Jadi Ambassador SIPA 2026.

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 dengan bangga memperkenalkan "Gondrong" Gunarto sebagai...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...

More like this

Resmi Diumumkan! “Gondrong” Gunarto Terpilih Jadi Ambassador SIPA 2026.

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 dengan bangga memperkenalkan "Gondrong" Gunarto sebagai...

Melihat Replika Kapal Jung Jawa di Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 Ndalem Djojokoesoeman.

Soloevent.id - Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 digelar di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman,...

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...