Thursday, July 23, 2026
HomeSeni dan BudayaWayang Kautaman Pentaskan Wayang Orang Rasa Modern

Wayang Kautaman Pentaskan Wayang Orang Rasa Modern

Published on

- Advertisement -spot_img

WAYANG-KAUTAMAN-01

 

Soloevent.id – Mau nonton pertunjukan wayang orang yang beda dari biasanya? Jumat (6/10/2017) malam, kamu bisa berkunjung ke Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Di situ bakalan ada pementasan “Sotya Gandhewa” dari Wayang Kautaman.

 

Lalu, seperti apa sisi baru dari pergelaran ini?

 

“Sotya Gandhewa” akan dipentaskan lebih modern, tapi tidak meninggalkan akarnya. “Kami membuat format pertunjukan wayang orang yang sanggup berjejer dengan pertunjukan musikal lainnya seperti opera atau kabaret,” jelas sutradara dan penulis naskah “Sotya Gandhewa”, Nanang Hape, dalam jumpa pers di lobi Teater Besar ISI Surakarta, Kamis (5/10/2017).

 

Di tangan Blacius Subono (penata musik), musik pengiring “Sotya Gandhewa” bakal dieksplorasi lebih dalam dan tetap menampakkan nuansa tradisi.

 

Selain sisi audio, Wayang Kautaman juga sangat serius dalam menggarap sisi visual. “Agar penonton bisa menangkap adegan, butuh visual yang baik,” ujarnya.

 

Wayang Kautaman juga tetap menggarap detil sisi penulisan naskah; penyutradaraan; penataan tari, musik, busana,  suara, dan artistik. Pementasan ini tambah spesial saat para seniman senior, misalnya Rusini, Elly D. Luthan, Wahyu Santosa Prabwo, Ali Marsudi, dll., ikut berpartisipasi sebagai pemain.

 

“Kami juga bermain dengan yang muda-muda. Ini adalah peristiwa, bukan cuma mengejar prestise belaka. Dan bagi saya, ini adalah mimpi yang jadi nyata karena untuk pertama kalinya bisa tampil sepanggung dengan Mbak Rusini ,” terang Elly.

 

“Sotya Gandhewa” merupakan pementasan produksi kedua dari Wayang Kautaman. Dua judul lain yang pernah ditampilkan adalah “Yudakala Tresna” (2015) dan “Abimanyu Mandira Sungsang” (2017).

 

Selang setahun dipentaskan di Jakarta, lakon ini dibawa ke Solo untuk memeriahkan Dies Natalis ke-53 ISI Surakarta. “Sebagian pendukung Wayang Kautaman adalah seniman-seniman dari ISI Surakarta. Bahkan, 26 September 2017 lalu, kami telah menandatangani MoU (memorandum of understanding) dengan ISI Surakarta sebagai komitmen bersama untuk  menjaga kelestarian dan menumbuhkembangkan seni Nusantara,” jelas produser “Sotya Gandhewa”, Ira Surono.

 

 

Teks & foto: Reza Kurnia Darmawan

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Surga Anggrek Nusantara! Solo Anggrek Festival 2026 Hadir di Loji Gandrung

Soloevent.id - Solo Anggrek Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di Kota Solo pada...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...

More like this

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...

Seniman dari 28 Negara Kumpul di Solo International Art Camp 2026!

Soloevent.id - Yayasan Jagoan Indonesia bersama The Asian Post (member of Infobank Media Group)...