Friday, February 13, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaPayung Dari Masa Ke Masa

Payung Dari Masa Ke Masa

Published on

- Advertisement -spot_img

FESTIVAL-PAYUNG-001

 

Soloevent.idSiapa tak kenal payung?  Bisa dibilang payung bukan hanya benda pelindung guyuran air hujan dan terik matahari. Lebih dari itu, payung merupakan benda yang selalu ada dari waktu lampau hingga sekarang. Di beberapa era, payung menjadi simbol kebangsawanan.

 

Umbrella, begitulah mereka menyebut payung dalam bahasa Inggris. Kata Umbrella terdengar indah. Saat mengucapkannya, pikiran melayang ke payung putih berenda seperti yang dipegang oleh perempuan ningrat Eropa di masa lalu  yang dokumentasinya terekam dalam beberapa foto hitam putih yang ada di buku sejarah bangsa ini.

 

Sewaktu perempuan bertopi beludru dan bergaun rok lebar itu memegang payung, tak jauh darinya ada perempuan pribumi berkain kemben tampak kepanasan karena ia tak punya payung atau pun topi. Malah kadang perempuan pribumi itu memegangkan payung dan memberi keteduhan bagi si perempuan Eropa berkulit putih.

 

Selain sebagai simbol status sosial, payung juga menjadi inspirasi dalam berkarya. Tari Bondan salah satunya. Tarian khas Solo ini ditarikan seorang bocah dengan menggendong boneka di bahu kiri dan tangan kanannya membawa kendi dari tanah liat. Payung yang sedang mekar menyender di pundaknya.

 

Di tengah tarian, kaki si bocah menaiki kendi itu sambil terus menari. Lalu di akhir tarian, kendi dari tanah  itu dipecahkan. Tari Bondan adalah tarian klasik yang jarang dipertunjukkan lagi. Dulu tari itu sering dipertunjukkan di tengah hajatan pengantin jawa untuk menghibur para tamu yang sedang menikmati sup manten.

 

Nah, biar rasa penasaranmu tentang payung sedikit berkurang, mampir saja ke Festival Payung Indonesia 2017. Di sana kamu bisa melihat-lihat tentang beragamnya jenis payung yang ada di Indonesia. Ada juga pameran foto payung Nusantara tempo dulu dan foto-foto payung yang ada di relief candi-candi di era kerajan Hindu dan Buddha dahulu.

 

Teks: Puitri Hatiningsih

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Tradisi Pao Oen, Ritual Tolak Bala yang Dilakukan Warga Tionghoa Menjelang Imlek

Soloevent.id - Umat Konghucu Kota Solo menggelar ritual Pao Oen atau tolak bala di...

FIESTIVAL 2026 Digelar Februari – April 2026 Usung Tema “Semarak Resonasi Karya”

Fiesta Radio FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menggelar FIESTIVAL 2026, sebuah agenda tahunan...

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

More like this

Tradisi Pao Oen, Ritual Tolak Bala yang Dilakukan Warga Tionghoa Menjelang Imlek

Soloevent.id - Umat Konghucu Kota Solo menggelar ritual Pao Oen atau tolak bala di...

Mengenal Boga Sambrama: Tradisi Berbagi Jajanan Khas Mangkunegaran Setiap 35 Hari

Soloevent.id - Pura Mangkunegaran menggelar acara Boga Sambrama di Pamedan Pura Mangkunegaran Sabtu (31/1/2026)....

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....