Thursday, February 19, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaSiswa Sukra: Bule-Bule Pencinta Gamelan Pentas Di Solo

Siswa Sukra: Bule-Bule Pencinta Gamelan Pentas Di Solo

Published on

- Advertisement -spot_img

SISWA-SUKRA-01

 

Soloevent.id – Orang luar negeri ternyata juga bisa memainkan gamelan, lo. Kelompok karawitan Siswa Sukra yang berasal dari London adalah salah satu contohnya.

 

Senin (21/8/2017) lalu, Siswa Sukra mengadakan pentas di Pendhapa Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Pertunjukan malam itu merupakan pementasan terakhir mereka dalam rangkaian tur Indonesia.

 

Sebelum Solo, kelompok yang dipimpin oleh Peter Smith alias Parto ini tampil di Museum Wayang Jakarta; Desa Majaksingi, Magelang;  Festival Kesenian Yogyakarta; dan Desa Sabrang Lor, Trucuk, Klaten.

 

Sehari sebelum pentas di ISI Surakarta, Siswa Sukra juga tampil di area car free day Solo. “Warga sangat senang. Mereka ikut menembang saat kami memainkan ‘Praon’,” kata Peter saat ditemui awak media sehabis merampungkan pentasnya di ISI Surakarta.

 

SISWA-SUKRA-03

 

Malam itu, Siswa Sukra membawakan sekitar sembilan gending. Tiga di antaranya merupakan iringan tari Srimpi Sangupati, Gambyong Pareanom, dan Driyasmara.

 

Ke-25 anggota Siswa Sukra terlihat serius saat memainkan gamelan. Mereka ternyata tak hanya menguasai satu instrumen saja. Saat gending berganti, beberapa personel saling bertukar posisi untuk memainkan alat yang berbeda. Hebat, ya?

 

Dari tur Indonesia ini, Peter ingin mengenalkan teman-temannya kepada tempat asal gamelan. Keinginan berkunjung ke Indonesia sudah tercetus sejak jauh-jauh hari. Namun, barus bisa terealisasi awal 2017 ini.

 

SISWA-SUKRA-04

 

“Teman-teman berlatih di segala musim, tapi belum tahu Indonesia seperti apa. Mereka bisa menabuh gending Ladrang Wiljung dan Gambir Sawit, tetapi mereka belum bisa merasakan nasi liwet,” kata Peter sambil tersenyum. Oh iya, Peter sangat fasih berbahasa Jawa, lo. Bahasa Jawa ia pelajari saat mengikuti program Darmasiswa di Jurusan Karawitan ISI Surakarta (dahulu bernama Sekolah Tinggi Seni Indonesia/STSI) pada 1992 lalu.

 

Where there’s a will there’s a way. Awal tahun 2017, Peter diwawancarai BBC. Dari situ nama Siswa Sukra mulai dikenal dan niatan berkunjung ke Indonesia semakin besar.

 

Kesempatan itu digunakannya untuk mengajukan tawaran tur ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Inggris dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Kami dicarikan sponsor oleh KBRI, kami juga mengumpulkan uang. Dan sekarang kami telah berada di sini,” jelas Peter.

 

Selain itu, melalui tur ini Peter juga ingin menyampaikan bahwa gamelan sangat dilindungi dan dihormati warga negara Inggris.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...

Symphony Ramadhan di Mercure Solo: Nikmati Harmoni Menu Dunia di Jantung Kota

Soloevent.id - Bulan Ramadhan identik dengan momen berbuka puasa bersama keluarga, rekan dan komunitas....

More like this

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...

Kegiatan Bersih-Bersih Menyambut Tahun Baru Imlek di Mangkunegaran

Surakarta,   14 Februari 2026. Mangkunegaran bersama komunitas Tionghoa di Surakarta mengadakan kegiatan Bersih-Bersih Mangkunegaran...