Friday, August 7, 2026
HomeBisnisFarid Stevy: Idealisme Itu Omong Kosong

Farid Stevy: Idealisme Itu Omong Kosong

Published on

- Advertisement -spot_img

 

Soloevent.id – Tidak banyak yang tahu, selain diperlukan untuk kebutuhan keindahan, desain rupanya juga punya fungsi lain untuk memecahkan masalah sosial. Hal tersebut dikupas dalam creative sharing bersama Farid Stevy Asta, pada Minggu (9/7/2017), di Gelanggang Pemuda Bung Karno Manahan.

 

Creative sharing ini merupakan salah satu rangkaian acara dalam DKV ACT 2017, sebuah kegiatan yang diadakan oleh mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Mengangkat tema “Social Creativity”, mahasiswa DKV diajak untuk menawarkan solusi alternatif dengan pendekatan desain bagi permasalahan sosial di sekitar.

 

Pada sesi creative sharing, Farid Stevy berbagi pandangan dan pengalamannya mengenai sosial creativity. “Apa itu kreativitas? Simpelnya sih membuat sesuatu yang baru dan berguna. Berarti [kreativitas] ada tiga indikatornya: membuat, baru, dan berguna,” ujarnya. Namun, menurut founder Libstud itu, menjadikannya berguna ialah hal tersulit.

 

“Bicara tentang social creativity, yang harus digaris bawahi adalah baik. Yaitu membuat sesuatu yang baru, solutif dan baik untuk masyarakat,” tambahnya. Lalu apa yang harus dilakukan anak DKV agar bisa berpartisipasi dalam kegiatan sosial? Farid Stevy menekankan untuk mengesampingkan idealisme.“Desainer punya idealisme itu omong kosong. Idealisme desainer ya memecahkan masalah itu,” ungkapnya.

 

Vokalis band FSTVSLT ini kemudian menceritakan pengalamannya memenangkan sayembara logo PT KAI pada tahun 2011. Saat itu ia banyak dicaci oleh sesama desainer yang bilang karyanya terlihat ndeso.

 

Tidak marah, malah sebaliknya ia merasa logonya memecahkan permasalahan PT KAI. “Saya malah senang orang anggap logo itu ndeso, karena saya tau market-nya PT KAI itu middle low, jadi yang dibutuhkan logo simpel, enggak aneh-aneh dan enggak mewah,” terangnya.

 

Farid Stevy menyampaikan ada satu kredo (pernyataan atas sebuah kepercayaan) jika anak DKV harus berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Namun, nyatanya sebagian besar berpihak pada hal sebaliknya, yakni bekerja untuk perusahaan kapitalis.

 

Menanggapi kredo tersebut, Farid Stevy mempunyai pikiran yang realistis. “Desainer? Agen sosial atau agen kapital? Kita harus sadar berada di dua itu. Kalau berpihak ke salah satu saja, contohnya sosial, itu enggak baik soalnya kita butuh hidup. Melakukan perimbangan keduanya memang lumayan berat sih, tapi harus dilakukan,” ujarnya. Ia kemudian memperlihatkan beberapa contoh social creativity miliknya dan orang lain.

 

Baginya, manusia dengan profesi apapun punya fungsi yang baik untuk sesama. Hal itu bisa dimulai dengan poyek kecil di sekitar. “Daripada menghujat, lebih baik diam dan melakukan hal berguna bagi sesama,” tutupnya.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Korea Tourism Organization Perkuat Kerja Sama denganIndustri Pariwisata melalui Korea Tourism Seminar Solo 2026

Solo, 6 Agustus 2026 – Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta kembali memperkuat promosi pariwisata...

Resmi Diumumkan! “Gondrong” Gunarto Terpilih Jadi Ambassador SIPA 2026.

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 dengan bangga memperkenalkan "Gondrong" Gunarto sebagai...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...

More like this

Korea Tourism Organization Perkuat Kerja Sama denganIndustri Pariwisata melalui Korea Tourism Seminar Solo 2026

Solo, 6 Agustus 2026 – Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta kembali memperkuat promosi pariwisata...

Fashion & Luncheon “Elegance in Heritage”, Perpaduan Kebaya, Batik, dan Kuliner Nusantara di The Sunan Hotel Solo

Soloevent.Id - Dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional, The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan...

Ada Fosil Dinosaurus Asli 20 Meter! Tahir Solo Museum Resmi Dibuka.

Soloevent.id - Tahir Solo Museum (Culture, Science and Technology) resmi dibuka pada Sabtu (25/7/2026)...