Tuesday, October 13, 2026
HomeSeni dan BudayaBegini Caranya Food Photography Biar Terlihat Profesional

Begini Caranya Food Photography Biar Terlihat Profesional

Published on

- Advertisement -spot_img

 

Soloevent.id – Pernah enggak kamu kehilangan selera karena melihat foto makanan yang kurang menarik? Nah, di acara Solo Bakery & Beverage kemarin, ada workshop yang memberikan tips and trik bagi kamu yang ingin menjajal dunia food photography.

Dipandu oleh Herry Tjang – seorang food photografer profesional yang sudah menangani klien-klien besar seperti Bakmi GM, Bogasari, Sari Roti, ia menjelaskan apa itu food photography dan bagaimana memotret makanan secara profesional.

Sekilas, memotret makanan adalah hal mudah. Namun, ternyata ada tantangannya tersendiri, yakni bagaimana menjadikan makanan lebih menarik dan menggiurkan daripada aslinya. Enggak cuma itu, food  photography yang baik bisa meningkatkan rasa, imajinasi, dan daya tarik makanan.

Langkah pertama, Herry Tjang menekankan untuk mengimajinasikan makanan yang akan dipotret, seperti bagaimana komposisinya, baunya, rasanya, dan konsepnya. Selanjutnya, siapkan perlengkapan dan properti penunjang. Perlengkapan tersebut antara lain kamera, lensa, tripod, lighting, light meter, table top, background, dan reflektor yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Jangan lupa membawa alat penunjang seperti blu tack, gunting, kapas, tisu, cotton buds, jarum, pinset, minyak, kuas, dan pejepit agar waktu pemotretan enggak kerepotan mengatur makanan utama. Cara ini untuk meminimalkan editing foto.

Hal pertama yang dilakukan Herry adalah checking lampu, apakah bekerja baik atau tidak. Kemudian mengatur produk dummy sebagai contoh lighting. Selanjutnya menggunakan light meter untuk melakukan check lighting yang dimau.

“Makanan Indonesia biasanya lebih sulit [difoto] daripada makanan Eropa atau Cina karena tidak full color. Jika bisa membuat makanan Indonesia lebih menarik, maka motret makanan lainnya jadi lebih mudah,” ujarnya saat menyampaikan materi, Minggu (14/5/2017), di Atrium The Park Mall Solo Baru.

Herry juga mengingatkan untuk selalu konsultasi pada klien ataupun bertanya pada chef karena beberapa makanan punya aturan sendiri. Contohnya makanan Jepang di mana sumpit tidak boleh ditusukkan ke nasi. Saat plating pun tidak boleh ada benda yang tidak bisa dimakan di piring

Tips lain bagi kamu yang ingin menampilkan detail tekstur coba gunakan lensa macro, shadow, dan lighting. Dan yang paling penting, jangan sampai properti penunjung lebih menonjol dari makanan utama.

Bagaimana, semakin tertarik dengan food photograpy?

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Hajatan Ageng (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan Jagalan, Minggu...

Disco Pilates Hadir Pertama Kali di Solo, Musro The Sunan Hotel Solo

Kolaborasi Yogashala dan Music Room The Sunan Hotel Solo SOLO, 3 Oktober 2026 — Ada...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

More like this

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Hajatan Ageng (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan Jagalan, Minggu...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...