Tuesday, October 20, 2026
HomeSeni dan BudayaCerita Dibalik Rasa Manis Pada Masakan Jawa

Cerita Dibalik Rasa Manis Pada Masakan Jawa

Published on

- Advertisement -spot_img

Gudeg

Soloevent.id – Banyaknya suplai gula di Jawa diduga menjadi alasan mengapa masakan jawa cenderung berasa manis. Tak dipungkiri, salah satu hal yang harus dilakukan rakyat Indonesia ketika dijajah Belanda adalah adanya perintah Cultuurstelsel (Tanam Paksa). Saat itu, tanam paksa diberlakukan untuk mengisi kas Belanda yang habis akibat perang melawan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa yang berlangsung selama lima tahun (1925-1830).

Petani di Indonesia, diwajibkan untuk menanam tanaman yang bernilai tinggi untuk diekspor, seperti tebu, teh, dan kopi. Di Jawa Barat, petani harus menanam teh. Sementara itu di Jawa Tengah dan Jawa Timur harus menanam tebu. Seratus pabrik gula berdiri di wilayah tersebut selama Cultuurstelsel. Banyak sawah sumber karbohidrat yang harus diganti menjadi ladang tebu. Rakyat pribumi kelaparan akibat minimnya pasokanan karbohidrat seperti beras. Air perasan tebu menjadi alternatif untuk dimasak.

Tanam paksa oleh Belanda dihapus pada 1870 dan bisnis gula beralih ke swasta Belanda, orang Tionghoa, dan raja-raja Jawa. Keraton memiliki kemakmuran dari pabrik gula yang dimilikinya. Pabrik gula Tasikmadu yang terletak di Kabupaten Karanganyar misalnya. Dulu sebelum dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IX, pabrik gula Tasikmadu pernah dimiliki oleh Mangkunegaran.

Pada 1930 bisnis gula mulai meredup karena krisis ekonomi. Namun ternyata kemakmuran yang diperoleh dari bisnis gula telah merubah gaya hidup para priyayi keraton. Salah satunya dalam selera kuliner. Mereka kaum bagsawan telah terbiasa mengonsumsi makanan-makanan manis. Mudahnya pasokan gula di Jawa kala itu menjadikan rasa manis lebih dominan pada masakan-masakan jawa hingga sekarang ini.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...