Wednesday, February 25, 2026
spot_img
HomeLainnyaKompetisi Monolog Artefac 2017 Gelar Tribut Untuk Putu Wijaya

Kompetisi Monolog Artefac 2017 Gelar Tribut Untuk Putu Wijaya

Published on

- Advertisement -spot_img

artefac

Soloevent.id – Event tahunan helatan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Artefac, kembali diadakan lagi mulai Kamis (2/3/2017). Banyak rangkaian kegiatan yang digelar, salah satunya kompetisi monolog. Monolog Artefac 2017 diselenggarakan dari Jumat-Minggu (3-5/3/2017) di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah.

Kompetisi monolog diikuti 22 kelompok teater universitas dari seluruh Indonesia dan 10 kelompok teater SMA se-Solo Raya. Semua peserta diwajibkan mementaskan naskah karya Putu Wijaya dalam durasi 25 menit.

Kepala Divisi Monolog Artefac 2017, Ahmad Fransetya A.W., menjelaskan, dipilihnya karya-karya Putu Wijaya sebagai tema garapan dalam event ini karena seniman teater tersebut dipandang sebagai seniman modern yang aktif menelurkan naskah monolog. “Ini adalah tribute untuk beliau,” terangnya saat ditemui Soloevent.

Panitia Monolog Artefac 2017 membebaskan peserta untuk memilih 14 naskah Putu Wijaya yang telah disediakan. Angga – sapaannya – mengatakan, karya-karya itu merupakan naskah yang jarang dimainkan dalam pementasan monolog. Peserta juga diberi kebebasan untuk melakukan eksplorasi naskah dan genre pementasan.

Untuk menentukan pemenang, panitia menggandeng tiga juri yang berkecimpung dalam dunia teater dan penulisan naskah. Mereka adalah Agus Noor, Hanindawan Soetikno, dan Whani Darmawan. Angga menjelaskan, ada tiga kriteria penilaian yakni pemeranan, penyutradaraan, dan keutuhan.

Di hari pertama kompetisi, para peserta menampilkan kemampuan terbaiknya. Mayoritas para penyaji menampilkan konsep pertunjukan realis. Namun, ada juga beberapa delegasi yang tampil dengan konsep imajinatif. Teater Sendratasik salah satunya.

Kelompok teater dari Universitas Negeri Surabaya itu menggarap naskah “Bumerang” dengan pendekatan imajinatif. Setingnya dibuat meriah dengan memakai visualisasi kartu dan dadu yang menjadi simbol dan benang merah dalam cerita. Sedangkan pemain ditampilkan menyerupai tokoh Red Queen dari film Alice in Wonderland.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Aston Solo Hotel Hadirkan Pengalaman Iftar Dunia dengan Sentuhan ASEAN

Soloevent.id - Dalam menyambut bulan suci ramadhan, Aston Solo Hotel resmi memperkenalkan rangkaian program...

Rayakan Hari Pers Nasional, Monumen Pers Solo Pamerkan 101 Koleksi Iklan Ikonik.

Soloevent.id - Monumen Pers Nasional Solo menggelar pameran bertajuk Warta Pariwara yang menampilkan koleksi...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Ratusan Menu Nusantara di Iftar All You Can Eat Buffet

Soloevent.id - Menyambut bulan suci Ramadhan, The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman berbuka...

More like this

Solo Full Energi! 35 Kabupaten/Kota Tumpah Ruah di FORDA Jateng, Aksi Battle Dance Curi Perhatian di CFD!

Soloevent.id - Festival Olahraga Masyarakat Daerah (FORDA) Jawa Tengah 2025 digelar pada 5 hingga...

5 Artis Indonesia yang Suka Lari Maraton: Dian Sastrowardoyo Hingga Gisella

Soloevent.id - Dibandingkan dengan jenis olahraga lain, lari dikenal sebagai olahraga paling ekonomis dan...

Rapma FM Rayakan Milad ke-28 Lewat Rapmafest #12

Soloevent.id - Surakarta, 3 Agustus 2025 – Rapma FM, radio komunitas di bawah naungan...