Wednesday, June 24, 2026
HomeLainnyaKompetisi Monolog Artefac 2017 Gelar Tribut Untuk Putu Wijaya

Kompetisi Monolog Artefac 2017 Gelar Tribut Untuk Putu Wijaya

Published on

- Advertisement -spot_img

artefac

Soloevent.id – Event tahunan helatan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Artefac, kembali diadakan lagi mulai Kamis (2/3/2017). Banyak rangkaian kegiatan yang digelar, salah satunya kompetisi monolog. Monolog Artefac 2017 diselenggarakan dari Jumat-Minggu (3-5/3/2017) di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah.

Kompetisi monolog diikuti 22 kelompok teater universitas dari seluruh Indonesia dan 10 kelompok teater SMA se-Solo Raya. Semua peserta diwajibkan mementaskan naskah karya Putu Wijaya dalam durasi 25 menit.

Kepala Divisi Monolog Artefac 2017, Ahmad Fransetya A.W., menjelaskan, dipilihnya karya-karya Putu Wijaya sebagai tema garapan dalam event ini karena seniman teater tersebut dipandang sebagai seniman modern yang aktif menelurkan naskah monolog. “Ini adalah tribute untuk beliau,” terangnya saat ditemui Soloevent.

Panitia Monolog Artefac 2017 membebaskan peserta untuk memilih 14 naskah Putu Wijaya yang telah disediakan. Angga – sapaannya – mengatakan, karya-karya itu merupakan naskah yang jarang dimainkan dalam pementasan monolog. Peserta juga diberi kebebasan untuk melakukan eksplorasi naskah dan genre pementasan.

Untuk menentukan pemenang, panitia menggandeng tiga juri yang berkecimpung dalam dunia teater dan penulisan naskah. Mereka adalah Agus Noor, Hanindawan Soetikno, dan Whani Darmawan. Angga menjelaskan, ada tiga kriteria penilaian yakni pemeranan, penyutradaraan, dan keutuhan.

Di hari pertama kompetisi, para peserta menampilkan kemampuan terbaiknya. Mayoritas para penyaji menampilkan konsep pertunjukan realis. Namun, ada juga beberapa delegasi yang tampil dengan konsep imajinatif. Teater Sendratasik salah satunya.

Kelompok teater dari Universitas Negeri Surabaya itu menggarap naskah “Bumerang” dengan pendekatan imajinatif. Setingnya dibuat meriah dengan memakai visualisasi kartu dan dadu yang menjadi simbol dan benang merah dalam cerita. Sedangkan pemain ditampilkan menyerupai tokoh Red Queen dari film Alice in Wonderland.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Atraksi Komunitas Solo Roller Blade, BMX dan Skateboard Meriahkan HUT Solo Car Free Day ke-16

Soloevent.id - Hari Ulang Tahun (HUT) Solo Car Free Day Solo Digelar Secara Meriah...

Gaya Hidup Sehat Modern : Intip Serunya Solo Wellness Tourism Expo 2026

Soloevent.id - Program studi D3 Pariwisata di Universitas Sebelas Maret (UNS) atau dikenal sebagai...

TEDxUNS 5.0 angkat Falsafah Jawa “Mulat Sarira” sebagai Salah Satu Temanya

TEDxUNS (Technology, Entertainment, Design x Universitas Sebelas Maret) 5.0 sukses diselenggarakan pada Sabtu, 13...

More like this

Targetkan 7.000 Pelari: Solo Run Fest 2026 Padukan Olahraga, Budaya & Tren Kalcer!

Soloevent.id - Solo Run Fest 2026 kembali digelar, memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ajang lari...

Praktik Langsung, Siswa Broadcasting dan Film SMKN 7 Surakarta Gelar Karya Film Pendek dan Video Musik

Soloevent.id - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Surakarta menggelar kegiatan gelar karya di...

Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta Gelar Event Kaum Ngalcerun di Kampung Wisata Batik Kauman

Soloevent.id - Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan Kaum Ngalcerun di...