Friday, January 30, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaFungsi Topeng Dari Masa Ke Masa

Fungsi Topeng Dari Masa Ke Masa

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Di masa pemerintahan raja Perancis sudah dikenal topeng besi, bila kita melihat legenda dalam film raja Louis 16 dengan cerita topeng besinya. Kita juga mengenal topeng besi saat masa perang kenabian Rosul SAW dengan menggunakan topeng besi sebagai pelengkap dari baju zirah untuk melindungi diri saat perang. Jadi apa fungsi topeng dari masa ke masa ?

Proses Pembuatan

Zaman kerajaan dahulu topeng itu tidak terbuat dari kayu tapi dari batu. Fungsinya bukan untuk menari tapi untuk persembahan pada dewa (sumber;Karimun) . Ketika topeng kemudian berkembang untuk kesenian dan untuk menari maka kemudian topeng terbuat dari kayu yang awalnya berfungsi untuk mengganti wajah dengan karakter baru tanpa harus berdandan. Topeng juga digunakan oleh Panji Asmara Bangun atau Raden Inu Kertapati  yang berkelana dan mbarang jantur, atau mengamen dengan musik dan tari sebagai penyamarannya untuk mencari istrinya yang hilang yaitu Dewi Sekartaji atau putri Galuh Candrakirana dari Kediri. Maka kemudian kesenian  topeng berkembang di Malang  Jawa Timur yang dikenal sebagai topeng Malangan.

Pada kesenian tari klasik di jawa dikenal satu tarian dengan adegan sendratari yaitu cerita Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji dengan episode pendek.  Atau kita bisa melihat tari topeng kelono  jika topeng panji Asmara Bangun berwarna putih maka  topeng  kelono warnanya merah menyala, satu karakter dar prajurit yang gagah. Tariannya pun dengan tempo gamelan yang agak cepat. Di awal tarian penari yang biasanya dibawakan seorang penari perempuan belum memakai topeng, beberapa menit adegan pembuka lalu penari itu berjongkok dan menunduk memakai topeng merah saat itu bunyi gamelan mengalun agak pelan kemudian  bangkit lagi menjadi karakter yang berbeda dan  music gamelanpun berbunyi dengan tempo lebih cepat lagi.  Di akhir tarian juga sama, penari itu menunduk, musik mengalun lambat, dan penari itu membuka topengnya. Jadi awal dan akhir tarian kita bisa melihat wajah asli penari.  Dan bagi penonton adegan awal dan akhir itu adalah sebuah lambing keterbukaan dan kejujuran bukan keterpengecutan sebagai sifat ksatria yang ingin dipesankan pada tarian topeng kelono itu.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Annisa & Venly Bongkar Tantangan Akting Paling Berat di Film ‘Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?’

Soloevent.id - Gimana sih rasanya kalau diajak meet n greet dan nonton bareng sama...

Bukan Sekadar Fashion Show, Rotary Club Solo Buktikan Perayaan Ultah Bisa Sambil Bantu Sesama.

Soloevent.id - Dalam rangka merayakan anniversary Rotary Club Solo Sriwedari ke-13 menggelar lomba batik...

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...