Wednesday, October 14, 2026
HomeSeni dan BudayaMencari Pembarong Yang Berkarakter Dalam Festival Singo Barong 2016

Mencari Pembarong Yang Berkarakter Dalam Festival Singo Barong 2016

Published on

- Advertisement -spot_img

edit-gambar-1-770-513

Soloevent. id – Bunyi terompet Ponorogo dan dentuman kendang serta gamelan membahana di Stadion R. Maladi, Sriwedari, Sabtu (15/10/2016). Bebunyian tersebut mengiringi gerakan Suprapto Suryodarmo dan kawan-kawan saat membawakan sebuah potongan cerita Reog Ponorogo.

Pentas sekaligus umbul donga itu menjadi pembuka sebuah festival yang mempertemukan kelompok-kelompok Reog dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ajang tersebut bernama Festival Nasional Semarak Singo Barong 2016.

Hari itu hingga Minggu (16/10/2016), sebanyak 30 kelompok kesenian reog berlomba merebutkan gelar terbaik. Peserta berasal dari beberapa daerah seperti Solo, Sukoharjo, Wonogiri, Salatiga, Ponorogo, dan Malang.

Ketua Panitia Festival Nasional Semarak Singo Barong 2016, Eko Sadono, menyebutkan, event ini mencari para pembarong yang berkarakter. “Kalau orang sudah masuk ke dadak merak, karakternya menjadi seperti macan. Kami mencari pembarong yang bisa menjiwai peran, misal saat berkelahi, tidur, ataupun menari,” ujarnya saat ditemui awak media, Sabtu (15/10/2016).

edit-gambar-2-770-513

Lelaki yang kerap dipanggil Eko Belang itu menambahkan, di setiap edisi ada peningkatan dari segi kualitas pementasan. Menurutnya, peserta tidak lagi asal main. Di tahun keempat ini, jumlah peserta dan penonton juga bertambah.

Selain melestarikan budaya bangsa, Festival Nasional Semarak Singo Barong 2016 digelar untuk mencari bibit-bibit seniman reog. “Diharapkan dari kegiatan ini dapat memotivasi para seniman reog untuk terus berkreasi,” ujar Eko.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo (diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Eny Tyasni Suzana), mengapresiasi diselenggarakannya Festival Nasional Semarak Singo Barong 2016. Ia berpesan, reog sebagai seni tradisi bangsa Indonesia harus dijaga regenerasinya supaya reog semakin lestari.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Hajatan Ageng (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan Jagalan, Minggu...

Disco Pilates Hadir Pertama Kali di Solo, Musro The Sunan Hotel Solo

Kolaborasi Yogashala dan Music Room The Sunan Hotel Solo SOLO, 3 Oktober 2026 — Ada...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

More like this

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Hajatan Ageng (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan Jagalan, Minggu...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...