Thursday, September 3, 2026
HomeMusikSolo City Jazz Ditutup Secara Meriah (Part 4)

Solo City Jazz Ditutup Secara Meriah (Part 4)

Published on

- Advertisement -spot_img

soloevent-10022016-foto-solo-city-jazz-01

Soloevent.id – “Menghujam Jantungku” menjadi pilihan lelaki tersebut. Awalnya lelaki itu sempat ditertawakan penonton karena salah masuk part vokal. Namun, beberapa saat setelahnya kondisi berubah. Ia malah dihadiahi tepukan tangan karena suaranya yang cukup bagus.

Tiba saatnya Tompi mengajaknya berduel improvisasi vokal. Di awal babak, ia mampu mengimbangi. Tetapi saat Tompi melakukan manuver vokal nan berlipat, pria itu menyerah. “Sampun, niku jenengan mawon. Niku keahlian e jenengan [Anda saja yang melakukannya. Itu keahlian Ada],” tuturnya polos yang langsung disambut tawa penonton.

Salah satu bentuk improvisasi vokal yang ditampilkan Tompi adalah nyinden. Saat nyinden, tiba-tiba Tompi memanggil satu nama dari backstage. Ternyata dia adalah Sruti Respati, salah satu sinden berbakat asal Kota Solo.

Selanjutnya, Tompi dan Sruti saling beradu vokal. “Coba dong pake Bahasa Aceh,” kata Sruti. Permintaan Sruti langsung diwujudkan. Tompi menyanyi dengan cengkok dan Bahasa Aceh. Tak mau kalah, Sruti melakukan pembalasan menggunakan olah vokal sindennya. Pertandingan berakhir, kedudukan seri. “Sruti Respati, dia adalah heritage Solo,” puji Tompi sebelum temannya itu turun dari pentas.

Selepas dihibur oleh duel dua maestro, alur pertunjukan berubah. Kali ini penonton ditenggelamkan dalam melankolia. Saat dentingan keyboard yang mengawali “Tak Pernah Setengah Hati” dimainkan, suasana mendadak kelabu. Ketika tiba di bagian chorus, suara khas Tompi yang ditemani dentingan keyboard membuat penonton di belakang Soloevent berujar, “Baper euy lagunya.”

Lagu melankolis itulah yang menjembatani Tompi menuju perjumpaan terakhirnya dengan Solo City Jazz 2016. “Tibalah kita di lagu terakhir. Enggak boleh marah. Acara ini gratisan, kan?” selorohnya. Saat itu Tompi memainkan “Mobil Balap” kepunyaan band favoritnya, Naif. Tembang klasik milik David Bayu dkk tersebut di-recycle dengan lebih lamban dan tentunya kental aura jazzy.

Namun “Mobil Balap” bukan lagu terakhir sesungguhnya. Sebuah nomor beraroma reggae, “Aku Jatuh Cinta”-lah yang menjadi lagu pamungkas Tompi dalam Solo City Jazz edisi ketujuh. Di ujung penampilannya, Tompi menunjukkan kualitasnya lewat duel scat singing versus permainan drum aduhai Echa Soemantri.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Satu Dekade Dayskomvis! Intip Pameran Desain ‘Interplay Visual Noise’ di Gedung Djoeang 45

Soloevent.id - Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) telah sukses menggelar acara Dayskomvis...

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

More like this

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...