Friday, February 13, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaLestarikan Payung Tradisi Lewat Festival Payung Indonesia 2016

Lestarikan Payung Tradisi Lewat Festival Payung Indonesia 2016

Published on

- Advertisement -spot_img

edit

Soloevent.id – Mulai Jumat (23/9/2016) esok hingga Minggu (25/9/2016), Taman Balekambang akan dihiasi aneka payung warna-warni berbahan kain Nusantara. Ya, selama tiga hari ke depan, Festival Payung Indonesia bakal hadir lagi menyapa warga Kota Solo dan sekitarnya.

Di edisi ketiga ini, Festival Payung Indonesia mengangkat tema “Sky Umbrella, Exploring Indonesia”. Sesuai tema, pengunjung diajak menikmati keindahan payung-payung berbalut kain tradisi yang berasal dari penjuru Indonesia. Payung-payung itu dikemas dalam seni instalasi, dan dipajang di beberapa titik.

Pengunjung Festival Payung Indonesia 2016 juga bisa bertemu dengan para perajin payung dari berbagai daerah seperti Tasikmalaya, Kaliwungu (Kendal), Kalibagor (Banyumas), Juwiring (Klaten), Yogyakarta, dan Talawi (Sawahlunto).

Mau tahu bagaimana proses pembuatan payung tradisi dan kreasi? Ikuti saja sesi pameran dan workshop yang diadakan pada Jumat pukul 15.00-17.00. Selain perajin-perajin payung yang disebut di atas, acara itu turut menghadirkan Solo Rajuters, Kelurahan Danukusuman, Akademi Seni dan Desain Indonesia (ASDI) Surakarta, serta lainnya.

Dilibatkannya para perajin payung dalam event ini sejalan dengan tujuan Festival Payung Indonesia yakni melestarikan seni pembuatan payung tradisional Indonesia. “Kami ingin mendorong masyarakat agar melestarikan seni pembuatan payung tradisional, dan juga melakukan eksplorasi kreativitas pembaruan pada payung,” terang Ketua Panitia Festival Payung Indonesia, Heru Prasetya, dalam jumpa pers, Kamis (22/9/2016).

Salah satu eksplorasi yang ditampilkan di Festival Payung Indonesia 2016 adalah Temu Koreografer Wanita. Dalam sub-acara itu para koreografer membuat tarian dengan menempatkan payung sebagai sumber penciptaan karya.

Nama-nama yang terlibat dalam pementasan tersebut antara lain Indi Nidia (Klaten), Nungki Nurcahyani (Yogyakarta), Mai Kikuchi (Jepang), Anna Thu Schmidt (Jerman), Ine Arini Bastaman (Bandung), dan masih banyak lagi. Gelaran Temu Koreografer Wanita berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu, mulai jam 20.00 WIB.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Tradisi Pao Oen, Ritual Tolak Bala yang Dilakukan Warga Tionghoa Menjelang Imlek

Soloevent.id - Umat Konghucu Kota Solo menggelar ritual Pao Oen atau tolak bala di...

FIESTIVAL 2026 Digelar Februari – April 2026 Usung Tema “Semarak Resonasi Karya”

Fiesta Radio FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menggelar FIESTIVAL 2026, sebuah agenda tahunan...

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

More like this

Tradisi Pao Oen, Ritual Tolak Bala yang Dilakukan Warga Tionghoa Menjelang Imlek

Soloevent.id - Umat Konghucu Kota Solo menggelar ritual Pao Oen atau tolak bala di...

Mengenal Boga Sambrama: Tradisi Berbagi Jajanan Khas Mangkunegaran Setiap 35 Hari

Soloevent.id - Pura Mangkunegaran menggelar acara Boga Sambrama di Pamedan Pura Mangkunegaran Sabtu (31/1/2026)....

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....