Friday, October 16, 2026
HomeSeni dan BudayaPentas Berlakon Ciptaning Jadi Upaya Mengembalikan Kejayaan Sriwedari

Pentas Berlakon Ciptaning Jadi Upaya Mengembalikan Kejayaan Sriwedari

Published on

- Advertisement -spot_img

PENTAS CIPTANING JADI UPAYA MENGEMBALIKAN KEJAYAAN SRIWEDARI

 

Soloevent.id – Minggu (10/7/2016) adalah hari yang menggembirakan bagi Wayang Orang Sriwedari. Di hari itu, Wayang Orang Sriwedari memperingati ulangtahun ke-106. Sebuah pentas berlakon Ciptaning digelar untuk merayakannya.

Pentas yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB itu berjalan meriah dengan ditunjang dua panggung, lighting yang lebih semarak, dan efek visual. Pertunjukan tersebut juga menghadirkan seniman-seniman tamu, antara lain Wahyu Santoso Prabowo dan Wasi Bantolo (ISI Surakarta), Ali Marsudi (Wayang Orang RRI Surakarta), serta Eny Sulistyowati (Jakarta).

Gedung Wayang Orang Sriwedari turut menjadi saksi bertemunya seniman-seniman Wayang Orang Sriwedari dari berbagai lintas generasi dalam satu panggung. Menurut sang sutradara, Agus Prasetyo, “Ciptoning” didukung oleh generasi kedua, ketiga, hingga generasi terkini.

Alur waktu “Ciptaning” terjadi sebelum Perang Baratayuda dimulai. Arjuna yang sedang dilanda ketidakyakinan memenangkan perang, memilih mengasingkan diri ke Pertapaan Indrakila. Selain ingin mencari jati diri, Arjuna juga memohon kepada Dewa agar Pandawa memenangkan perang. Dalam pertapaannya itu, Arjuna mengganti namanya menjadi Begawan Ciptaning.

Tujuh bidadari diutus oleh Batara Narada untuk menguji kemantapan hati Arjuna. Namun, Arjuna tak bergeming. Batara Guru yang mendapat informasi dari Batara Narada akhirnya turun tangan langsung melalui perantara babi hutan. Ia bersabda bahwa barangsiapa yang bisa membunuh babi hutan itu akan dikabulkan permintaannya.

Arjuna akhirnya dapat menghabisi babi hutan. Batara Guru menepati janjinya. Ia memberikan “hadiah” berupa Panah Pasopati, tetapi dengan syarat Arjuna harus mengalahkan raksasa Niwatakawaca yang sedang membuat rusuh Kahyangan dan ingin menjadikan Dewi Supraba sebagai istrinya. Singkat cerita, Arjuna berhasil menumpas Niwatakawaca. Ia memanah kerongkongan Niwatakawaca yang menjadi sumber kelemahan si raksasa itu.

Menurut Agus Prasetyo, lakon “Ciptaning” dipilih merupakan gambaran wujud perjuangan guna mengembalikan kejayaan dan kegemilangan Wayang Orang Sriwedari dalam persaingan hiburan di era modern ini.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, yang hadir di pementasan itu berpesan agar Wayang Orang Sriwedari dapat menjadi ujung tombak bagi perkembangan seni di Kota Solo. “Sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kota Solo untuk melestarikan seni wayang orang, maka di tahun ini kami akan membuka sayembara pembangunan Gedung Wayang Orang Sriwedari,” katanya saat memberikan sambutan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Disco Pilates Hadir Pertama Kali di Solo, Musro The Sunan Hotel Solo

Kolaborasi Yogashala dan Music Room The Sunan Hotel Solo SOLO, 3 Oktober 2026 — Ada...

More like this

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...