Wednesday, August 5, 2026
HomePameranGuratan Indah Kaligrafi Dan Hand Lettering Terpampang Di Pameran Pitutur Becik

Guratan Indah Kaligrafi Dan Hand Lettering Terpampang Di Pameran Pitutur Becik

Published on

- Advertisement -spot_img

GURATAN INDAH KALIGRAFI DAN HAND LETTERING TERPAMPANG DI PAMERAN PITUTUR BECIK

Soloevent.id – “Becik Ketitik Ala Ketara”, “Sederhana Membuat Kita Melihat Keindahan di Setiap Hal yang Tidak Mewah”, “Mulat Sarira Hangrasa Wani”, “Work Hard Stay Humble”, “You Were Born to Be Real Not to Be Perfect”.

Indah dan memotivasi ya kalimat-kalimat di atas? Nah, tingkat keindahan kalimat-kalimat itu semakin bertambah tatkala diguratkan ke dalam seni kaligrafi dan hand lettering. Ya, di ruang pamer Bentara Budaya Balai Soedjatmoko, Solo, kalimat-kalimat itu dipampang dengan jelas dalam pameran Pitutur Becik.

Dalam Bahasa Indonesia, “pitutur becik” berarti ucapan-ucapan yang baik. Melalui pameran akbar perdananya ini, komunitas Surakarya ingin berbagi motivasi kepada khalayak ramai lewat karya-karyanya yang cantik. Ada 150 karya yang dipamerkan dalam rentang tujuh hari, 16-22 April 2016.

Selain media konvensional seperti kertas, papan, ataupun kaca, kalimat-kalimat itu juga dieksplorasi ke dalam skateboard, helm, dan kaos. Supaya lebih mengentalkan kalimat yang diusung, beberapa seniman membubuhi karyanya dengan gambar dan hiasan.

Zulfian Rahman contohnya. Karya ink on paper bertuliskan “Awali Semangat Hari ini dengan Secangkir Kopi” ditambahinya dengan gambar satu cangkir kopi dan biji-biji kopi. Alib Isa juga melakukan hal yang sama. Sebuah ikat kepala Merah Putih mengitari kepala seorang bocah laki-laki yang sedang tersenyum. Di atasnya tertera sebuah tulisan “Harapan Saya Tidak Ada Anak  Indonesia yang Diperjualbelikan”.

Ketua Panitia Pameran Pitutur Becik, Muhammad Eksanto, menuturkan, dari pameran ini, komunitas Surakarya ingin hal-hal yang baik kepada pengunjung pameran. “Ketika melihat ini, harapannya sih orang dapat memotivasi dirinya sendiri, dan nantinya bisa ditularkan ke orang lain,” katanya kepada Soloevent.

Eksan menjelaskan, saat membikin karya kaligrafi dan hand lettering, sang pembuat harus paham mengenai kalimat apa yang akan diangkat beserta maknanya, pemilihan font, tebal-tipis huruf, jarak per huruf, serta hiasan apa yang mau ditambahkan.

Karya-karya yang dipamerkan di Pitutur Becik harus melalui kurasi. “Proses kurasi lebih ditekankan kepada kalimat apa yang diambil serta seni menulisnya. Ada beberapa karya dari anggota yang tidak kami masukkan karena kalimatnya tidak sesuai konteks pameran ini,” bebernya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Resmi Diumumkan! “Gondrong” Gunarto Terpilih Jadi Ambassador SIPA 2026.

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 dengan bangga memperkenalkan "Gondrong" Gunarto sebagai...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...

Fashion & Luncheon “Elegance in Heritage”, Perpaduan Kebaya, Batik, dan Kuliner Nusantara di The Sunan Hotel Solo

Soloevent.Id - Dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional, The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan...

More like this

Melihat Replika Kapal Jung Jawa di Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 Ndalem Djojokoesoeman.

Soloevent.id - Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 digelar di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman,...

Surga Anggrek Nusantara! Solo Anggrek Festival 2026 Hadir di Loji Gandrung

Soloevent.id - Solo Anggrek Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di Kota Solo pada...

K-Pop & J-Fest Jadi Satu di SEOKYO FEST 2026 Garapan Anak HI Unisri

Soloevent.id - Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMHI) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo sukses menggelar...