Wednesday, May 13, 2026
HomeFilmTrik Sutradara “Ketika Mas Gagah Pergi” Mengakali Scene Palestina

Trik Sutradara “Ketika Mas Gagah Pergi” Mengakali Scene Palestina

Published on

- Advertisement -spot_img

TRIK SUTRADARA “KETIKA MAS GAGAH PERGI” MENGAKALI SCENE PALESTINA

Kamis (28/1/2016) kemarin, Kota Solo kedatangan dua orang pemeran film Ketika Mas Gagah Pergi. Mereka adalah Aquino Umar dan Ali Syakieb. Banyak hal yang mereka obrolkan saat bertemu dengan awak media di Kedai Cobek, Solo Grand Mall.

Film Ketika Mas Gagah Pergi merupakan adaptasi novelet karya Helvy Tiana Rosa. Novelet ini ditulis tahun 1992, dan baru diterbitkan lima tahun setelahnya. Hingga sekarang, Ketika Mas Gagah Pergi sudah dicetak lebih kurang 40 kali.

Meraup sukses yang besar, banyak production house (PH) yang melirik karya sastra tersebut untuk dijadikan film. Niatan tersebut sudah bergulir sejak sekitar 13 tahun yang lalu. Namun, karena Helvy Tiana Rosa memiliki idealisme tinggi, akhirnya Ketika Mas Gagah Pergi baru bisa dilayarlebarkan pada 21 Januari 2016.

“Bunda Helvy Tiana Rosa punya idealisme yang tinggi. Yang pertama, dia ingin agar pemerannya sama persis dengan apa yang ada di novel. Contohnya pemeran Mas Gagah [Hamas Syahid Izzudin], dia sudah hafal 6 juz Al Quran,” tutur Aquino “Noy” Umar.

Yang kedua, lanjut Noy, Helvy ingin mempertahankan scene Palestina. “Kami punya niatan untuk membantu mereka. Jadi ini bukan soal politik atau apa,” jelasnya. Noy menambahkan, mempertahankan scene Palestina bukan berarti menjalankan shooting di negara tersebut. Di film ini, bahasan Palestina dicuplikkan ke dalam dialog antartokoh dan diselipkan dalam adegan.

Film Ketika Mas Gagah Pergi menjalani proses syuting selama 1,5 bulan. Pengambilan gambar dilakukan di dua tempat yakni Jakarta dan Ternate. Dari film ini, Ali Syakieb berharap, para penonton – terutama anak muda – mendapat pencerahan bahwa hidayah itu bisa datang sewaktu-waktu.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Benning Aesthetic Clinic Solo Rayakan Anniversary ke-16 : Defining The Future of Beauty

Soloevent.id - Dalam rangka merayakan anniversary ke-16, Benning Aesthetic Clinic Solo menggelar pameran spektakuler...

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...

Indonesia’s Horse Racing 2026 Hadirkan Pacuan Kuda, Budaya Jawa, dan Hiburan Modern di Tegalwaton

Tegalwaton – Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dipadati sekitar 30.000 pengunjung...

More like this

Annisa & Venly Bongkar Tantangan Akting Paling Berat di Film ‘Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?’

Soloevent.id - Gimana sih rasanya kalau diajak meet n greet dan nonton bareng sama...

GUMREGAH! Sinema Akhir Tahun #10 ISI Solo: Seruan Bangkit Lewat Karya, Targetkan Panggung Internasional.

Soloevent.id - Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Program Studi (Prodi) Film Institut Seni...

Dekade Kreativitas: Sinema Akhir Tahun ke-10 ISI Surakarta Rayakan Inovasi Film!

Festival Film Sinema Akhir Tahun #10 resmi dibuka hari ini Rabu (12/11) di Teater...