Tuesday, October 27, 2026
HomeFilmTrik Sutradara “Ketika Mas Gagah Pergi” Mengakali Scene Palestina

Trik Sutradara “Ketika Mas Gagah Pergi” Mengakali Scene Palestina

Published on

- Advertisement -spot_img

TRIK SUTRADARA “KETIKA MAS GAGAH PERGI” MENGAKALI SCENE PALESTINA

Kamis (28/1/2016) kemarin, Kota Solo kedatangan dua orang pemeran film Ketika Mas Gagah Pergi. Mereka adalah Aquino Umar dan Ali Syakieb. Banyak hal yang mereka obrolkan saat bertemu dengan awak media di Kedai Cobek, Solo Grand Mall.

Film Ketika Mas Gagah Pergi merupakan adaptasi novelet karya Helvy Tiana Rosa. Novelet ini ditulis tahun 1992, dan baru diterbitkan lima tahun setelahnya. Hingga sekarang, Ketika Mas Gagah Pergi sudah dicetak lebih kurang 40 kali.

Meraup sukses yang besar, banyak production house (PH) yang melirik karya sastra tersebut untuk dijadikan film. Niatan tersebut sudah bergulir sejak sekitar 13 tahun yang lalu. Namun, karena Helvy Tiana Rosa memiliki idealisme tinggi, akhirnya Ketika Mas Gagah Pergi baru bisa dilayarlebarkan pada 21 Januari 2016.

“Bunda Helvy Tiana Rosa punya idealisme yang tinggi. Yang pertama, dia ingin agar pemerannya sama persis dengan apa yang ada di novel. Contohnya pemeran Mas Gagah [Hamas Syahid Izzudin], dia sudah hafal 6 juz Al Quran,” tutur Aquino “Noy” Umar.

Yang kedua, lanjut Noy, Helvy ingin mempertahankan scene Palestina. “Kami punya niatan untuk membantu mereka. Jadi ini bukan soal politik atau apa,” jelasnya. Noy menambahkan, mempertahankan scene Palestina bukan berarti menjalankan shooting di negara tersebut. Di film ini, bahasan Palestina dicuplikkan ke dalam dialog antartokoh dan diselipkan dalam adegan.

Film Ketika Mas Gagah Pergi menjalani proses syuting selama 1,5 bulan. Pengambilan gambar dilakukan di dua tempat yakni Jakarta dan Ternate. Dari film ini, Ali Syakieb berharap, para penonton – terutama anak muda – mendapat pencerahan bahwa hidayah itu bisa datang sewaktu-waktu.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Pekan Se.Daya.Di.Surakarta 2026 Hadirkan 7 Program Lokakarya, Pertunjukan Kesenian Hingga Boga

Soloevent.id - Taman Balekambang menjadi ruang pertemuan pekan Se.Daya.Di.Surakarta pada tanggal 1-7 November 2026....

Solo Documentary Film Festival 2026, Hadirkan Ruang Perayaan Bagi Pembuat Film Dokumenter

Soloevent.id - Solo Documentary Festival kembali digelar pada Jumat-Minggu (23-25/10/2026) di Hook Omah Sinten...

Nusantara Berwastra! Malam Penobatan Duta Budaya Indonesia 2026 di Balekambang Solo

Soloevent.id - Budaya adalah warisan sebuah bangsa tanpa budaya sebuah bangsa tak akan memiliki...

More like this

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Praktik Langsung, Siswa Broadcasting dan Film SMKN 7 Surakarta Gelar Karya Film Pendek dan Video Musik

Soloevent.id - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Surakarta menggelar kegiatan gelar karya di...

Annisa & Venly Bongkar Tantangan Akting Paling Berat di Film ‘Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?’

Soloevent.id - Gimana sih rasanya kalau diajak meet n greet dan nonton bareng sama...