Thursday, June 4, 2026
HomeSeni dan BudayaPemilik Dan Karyawan Kain Lukis Nasrafa Beradu Akting

Pemilik Dan Karyawan Kain Lukis Nasrafa Beradu Akting

Published on

- Advertisement -spot_img

PEMILIK DAN KARYAWAN KAIN LUKIS NASRAFA BERADU AKTING

Cinta kadang membuat orang lupa: lupa terhadap diri sendiri, lupa terhadap pekerjaan, lupa terhadap waktu, dan lainnya. Kadang, cinta juga membuat orang buta. Pertemanan yang dibangun sekian lama, hampir kandas menuju jurang. Dari kawan jadi lawan.

Itulah yang dirasakan Anang. Rasa cinta meluap-meluap terhadap perempuan yang ia kagumi, membuatnya lupa. Bulan Indah namanya. Saking terobsesinya dengan Indah, Anang melupakan segalanya. Sahabat-sahabat yang selalu menemaninya, mulai ia lupakan. Anang yang berprofesi sebagai pegawai kain lukis pun mangkir dari pekerjaannya.

Hal tersebut membuat teman-temannya resah dan geram. Mereka bahkan hampir memberi Anang “pelajaran” karena sikapnya yang sudah keterlaluan. Bagaimana tidak? Uang pesanan kain lukis, ia tilep. Duit kawan-kawannya pun tak luput dari sasaran.

Anang juga menghasut teman-temannya agar keluar dari pekerjaan melukis kain. Anang beralasan, gaji melukis kain tidak terlalu besar. “Aku mau nge-band. Aku mau membuat band namanya Petoran Metal Band. Bayaran manggung satu malam, sama dengan gaji kerjamu di sini selama setahun,” tuturnya.

Yap, paragraf di atas adalah cuplikan dari pergelaran teater berjudul “Bulan Indah”, yang dipentaskan di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Solo, Rabu (20/1/2016). Pentas kolaborasi ini disutradari oleh seniman teater Kota Solo, Hanindawan  Sutikno.

Pentas ini digelar untuk merayakan harlah Kain Lukis Nasrafa. Di usianya yang keempat tahun, industri yang berbasis di Petoran, Kecamatan Jebres, Solo ini ajak karyawannya untuk pentas teater. “Pelukis kainnya ada enam orang. Kesemua pemain adalah warga Kampung Petoran yang kebanyakan tidak tahu [teater]. Profesi aslinya mereka ada yang tukang kayu, hansip, guru drum band, macam-macamlah pokoknya,” tutur Pemilik Kain Lukis Nasrafa, Yani Mardiyanto.

Baca juga Penampilan Ully Sigar Rusady

Yani mengajak warga Kampung Petoran karena mereka menjadi bagian dari perjalanan Kain Lukis Nasrafa. Bagi Yani, pentas “Bulan Indah” ini juga jadi cara ucap syukurnya atas beragam penghargaan yang ia raih. November 2015 lalu, Yani memperoleh penghargaan Indonesian Figure Achievement Award. “Penghargaan itu diberikan karena dapat memberdayakan teman-teman ini yang datang dari berbagai kalangan. Mereka dulu dapat stempel buruk di masyarakat, tapi sekarang mereka bisa berkarya,” ujarnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Madreya EO Sukses Gelar “Nge-Lawak Berbudaya” Di Koat Coffee Kartasura

Kartasura, 17 Mei 2026 - Madreya EO, kelompok event organizer yang beranggotakan mahasiswa semester...

Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta Gelar Event Kaum Ngalcerun di Kampung Wisata Batik Kauman

Soloevent.id - Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan Kaum Ngalcerun di...

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

More like this

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...