Thursday, September 3, 2026
HomeMusikNavicula: Jangan Jadikan Solo Kota Metropolutan!

Navicula: Jangan Jadikan Solo Kota Metropolutan!

Published on

- Advertisement -spot_img

JANGAN JADIKAN SOLO KOTA METROPOLUTAN

Musik tak hanya punya fungsi hiburan. Musik bisa juga menjadi senjata perlawanan. Lewat lirik tajam dipadu ganasnya intrumen, musik jadi alat penyampaian pendapat yang efektif. Sabtu (19/12/2015) lalu, Smadagaskar 6 jadi saksi beracunnya Navicula. Band asal Bali ini mengajari penonton cara meramu musik yang berbisa.

Sebagai grup yang concern pada hal-hal ekologis-sosial, tampil di acara bertema “Save Nature for the Future” ibaratnya jadi medan gerilya bagi Navicula. Walaupun bermain dengan setlist yang terbilang “aman”, tapi tetap saja lagu-lagu yang mereka bawakan padat dengan kritik.

“Menghitung Mundur” membuka repertoar Navicula di Smadagaskar 6. “Buka mata, hatimu, saat ku hitung mundur,” begitu bunyi liriknya. Navicula seperti ingin menyampaikan pesan melalui lagu tersebut: siapa pun yang datang menyaksikan mereka sore itu, wajib membuka mata dan hati terhadap permasalahan yang ada di Indonesia.

Hantaman pertama yang dilontarkan Robi (vokalis-gitaris) adalah pesan dari lagu “Aku Bukan Mesin”. “Lagu ini kami dedikasikan kepada kaum buruh dan tani,” katanya dengan lantang. Nomor klasik Navicula ini langsung disambut dansa liar penonton.

Robi memang dikenal galak di panggung. Menjabat sebagai frontman, pria bernama lengkap Gede Robi Supriyanto ini sering melakukan orasi saat tampil. Pemikirannya yang universal mengawali “Everyone Goes to Heaven”. “Salah satu kekayaan di negeri ini adalah beragamnya suku, ras, agama. Jadi kalau ada upaya untuk menyeragamkan, kita tentang bersama. Karena setiap orang berhak masuk surga,” kata dia.

Dua nomor berikutnya diambil dari album Love Bomb. Tanpa ada orasi dari Robi, lagu psychedelic grunge berjudul “Orangutan” dan “Harimau! Harimau!” sudah cukup kuat menggambarkan kondisi binatang yang dilindungi tersebut.

Pasca “I Refuse to Forget”, Navicula mengajak penonton menjamah rimba lewat “Di Rimba”. Robi mengawal lagu ini, sementara tiga personel lain: Made (bass), Gembul (drum), dan Iga Massardi (additional guitar), rehat sejenak. Penonton masih diberi sedikit waktu untuk bernafas saat kuartet grunge Bali tersebut membawakan “Is Me”. Berbeda dari versi originalnya, lagu dari album teranyar Tatap Muka ini dimainkan secara elektrik.

Nomor anthemic, “Busur Hujan”, “Mafia Hukum”, dan “Metropolutan” Navicula sajikan sebagai tiga lagu terakhir di Smadagaskar 6. Tak ingin melewatkan momen, fans Navicula semakin menggila dalam moshpit, pun dengan crowd surfing. Sambil mengepalkan tangan, mereka serentak meneriakkan lirik, “Hey, aku ada di dalam kota metropolutan!”

Sesaat sebelum mengakhiri pertunjukannya di Kota Solo, Robi menitipkan pesan untuk penonton. “Jaga Solo tetap lestari. Jangan jadikan kota ini metropolutan,” ucapnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Satu Dekade Dayskomvis! Intip Pameran Desain ‘Interplay Visual Noise’ di Gedung Djoeang 45

Soloevent.id - Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) telah sukses menggelar acara Dayskomvis...

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

More like this

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...