Monday, October 19, 2026
HomeSeni dan BudayaAtraksi Flambe Membuka Solo Indonesia Culinary Festival 2015

Atraksi Flambe Membuka Solo Indonesia Culinary Festival 2015

Published on

- Advertisement -spot_img

SOLO INDONESIA CULINARY FESTIVAL 2015

Sekitar 108 stan kuliner telah berdiri di area Benteng Vastenburg, Solo. Lapak-lapak tersebut menyajikan beragam menu masakan, dari tradisional hingga modern. Ribuan warga tampak antusias mendatangi lokasi yang kerap dijadikan sebagai venue event itu. Sembari menikmati udara malam, mereka tak ketinggalan mencicipi aneka penganan yang ada.

Ya, gambaran itulah yang Soloevent tangkap saat meliput acara pembukaan Solo Indonesia Culinary Festival 2015, Kamis (2/4/2015). Opening ceremony tersebut dihadiri oleh para pejabat dari dinas-dinas yang ada di Kota Solo maupun pusat. Yang unik, beberapa di antara mereka berdandan layaknya koki.

Demi memeriahkan acara, sebuah tumpeng berukuran 2,75 meter dihadirkan di tengah panggung. Tumpeng nasi kuning yang dilengkapi lauk-pauk itu dibuat oleh koki-koki dari Indonesian Chef Association (ICA).

Tak hanya itu, para koki profesional itu juga menampilkan sebuah atraksi yang kerap disebut flambe. Flambe adalah sebuah teknik memasak dengan alkohol, sehingga api berkobar di atas wajan. Udah pernah lihat, kan?  Nah, usai api menjilati wajan, sekira limabelas chef ICA itu langsung membakar aneka vegetable barbecue. Tentu saja, aksi tersebut mendapatkan tepukan tangan penonton.

Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, tak mau ketinggalan. Pria 66 tahun ini tanpa rasa takut langsung memegang gagang wajan. Setelah siap, salah seorang koki menuangkan alkohol. Api pun membesar. Walaupun lidah api tinggi, tapi Pak Pur (sapaan Achmad Purnomo), tidak menunjukkan rasa ragu. Ia malah menikmati proses memasak itu, dengan sesekali menggoyangkan wajan.

Dengan hadirnya atraksi itu, maka secara resmi SICF 2015 dibuka. Ketua Panitia Solo Indonesia Culinary Festival, Daryono, mengatakan ajang yang kini telah memasuki edisi kedua tersebut diadakan dalam rangka apresiasi, edukasi, konservasi, dan promosi. “Beragamnya kuliner di Solo, semoga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke kota ini,” jelasnya saat ditemui awak media di sela acara.

Solo Indonesia Culinary 2015 akan berlangsung hingga Minggu (5/4/2015). Di hari penutupan, kata Daryono, panitia bakal membagikan 3000 tusuk sate kere secara gratis.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...